Menyapa Pulau Terluar, Dari Pembangunan Infrastruktur Hingga Makan Bergizi Gratis di Penyalai

 

Mediacakra89.com (PELALAWAN)
– Pulau Mendol yang lebih di kenal dengan Pulau Penyalai, Ibu kotanya Kuala Kampar yang terletak di Teluk Dalam, merupakan salah satu Kecamatan terujung di Kabupaten Pelalawan. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat dari Padi, Sagu, pedagang harian, serta penghasil kelapa terbesar di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Bacaan Lainnya

Secara administratif Wilayah Penyalai terdiri dari 1 Kelurahan dan 9 Desa. Sebahagian besar wilayah Kuala Kampar di kategorikan sebagai kawasan 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kondisi wilayahnya membutuhkan kebijakan khusus dari Pemerintah terutama infrastruktur jalan, dermaga, pelabuhan, distribusi logistik, BBM yang masih banyak mengalami kendala hingga penyaluran MBG belum ada yang terealisasi.

Pantauan awak media pada sebuah pelabuhan di Teluk Dalam yang sedang mengalami gangguan aktifitas penumpang. Terlihat kedudukan pada tangga ramdor dan pontonnya berpisah jatuh ke air. Dari sumber informasi warga yang tidak menyebut namanya menyampaikan, tersenggol ratusan rakit kayu mahang yang melintas, dan derasnya arus air di kuala serta lamanya usia pakai hingga terjadi pengroposan pada bangunan matrial beton dan besinya.

Tak ingin masyarakat mengalami hambatan dan kesulitan aktifitas tranfortasinya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Pelabuhan Penyalai, dan di bantu warga setempat, mengambil langkah cepat memperbaiki agar pelabuhan dan dermaga tersebut dapat berfungsi kembali di gunakan sebagai sarana dan prasarana oleh masyarakat dalam melaksanakan aktifitasnya setiap hari di pelabuhan. Kamis, (27/8/2026)

Kepala Kantor KSOP Penyalai Subekti mengucapkan trimakasih kepada warga yang turut berpartisifasi dalam perbaikan tangga ramdor ponton tetsebut. Alhamdulillah sudah dapat di gunakan kembali oleh masyarakat walaupun dengan kondisi belum sempurna, akan di maksimalkan perbaikannya seperti semula. Kendati pelabuhan seperti ini, kami bersana warga tetap selalu menjaganya agar pelabuhan tetap dapat di manfaatkan, Ujarnya singkat.

Selain itu di temukan juga program unggulan Pemerintah Presiden Prabowo-Gibran terkait MBG yang belum terealisasi hingga saat ini. Dari 1 Kelurahan dan 9 Desa di Kecamatan Penyalai, baru ada 3 dapur MBG yang di bangun. Mirisnya bangunan tersebut ada yang sudah semak di tumbuhi rumput dan tanaman liar. Di duga pembagunan dapur MBG tersebut syarat dengan Mark Up anggaran, tidak sesuai dengan spek dan standart yang di tentukan oleh Pemerintah

Padahal Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran sudah mencanangkan program MBG bagi wilayahnya yang di pulau terluar, dengan program 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Hal ini juga merupakan suatu kendala Pemerintah Daerah namun harus mendapatkan solusinya. Seluruh murid sekolah yang ada di Kecamatan Penyalai sampai saat ini belum merasakan asupan Makan Bergizi Gratis program Pemerintah Pusat.

Laporan : Sutikno

Pos terkait