Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Sejak diberlakukan status tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Utara sedikitnya menerjunkan 24 personilnya guna mengevakuasi korban banjir Aceh Utara memasuki hari kedua.
Kepala BPBD Aceh Utara Ir.Asnawi, M.T menjelaskan, setidaknya dalam 2 hari ini puluhan warga di 2 titik berhasil dievakuasi. Titik tersebut berada di Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Lhoksukon, dimana ketinggian air mencapai 1,7 meter.
Hal tersebut disampaikan Asnawi, Rabu (6/10) kepada awak media saat meninjau lokasi banjir di pusat Kota Lhoksukon. Diakui, dengan jumlah 3 unit speed boad milik BPBD, pihaknya kesulitan mengvakuasi serta menjangkau lokasi kecamatan lain yang saat ini permukaan air kian tinggi, dan meluas hingga ke sejumlah kecamatan.
“Kita berharap dengan keterbatasan sped bot kita miliki, BPBA Provinsi dapat membantu armada guna menjangkau lokasi yang sulit kita terobos”. Tambah Asnawi peran TNI/Polri diperlukan guna mengevakuasi korban banjir yang masih terjebak banjir dipedalaman kecamatan Lhoksukon, Matang Kuli dan Pirak Timu.
Sementara itu ditempat yang sama Kepala BPBA Propinsi Aceh Dr. Ir Ilyas, MT menjelaskan, menyahuti ketebatasan sarana evakuasi BPBD AceH Utara, pihkanya menurunkan 2 sped boad tambahan.
“Kita berharap segala ketebatasan dalam menangani persoalan musibah bencana alam ini, bukan semata tanggung jawab pemerintah kabupaten dan provinsi, melainkan semua pihak harus ikut membantu menangani persoalan banjir”.
Tambah Ilyas selain membantu sped bot, BPBA juga menyerahkan bantuan berupa bantuan masa panik berupa Beras, Air mineral, gula pasir, kecap, mie instant, minyak goreng, telur, sarden, dan saus bagi korban banjir.
Hasil pendataan sementara bencana banjir di kabupaten Aceh Utara awalnya 7 kecamatan saat ini meluas hingga 12 kecamatan dengan catatan 11.320 Kepala Keluarga terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 7.168 KK (fs)








