Beras Candangan Mulai Masuk, Korban Banjir di Aceh Utara Bertahan di Pengungsian

MediaCakra89.com (Lhoksukon)
– Memasuki hari ke 2, bencana alam banjir di 7 kecamatan, Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara mulai memasok bantuan beras untuk dapur umum pengungsian.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial dan P3A, Fuad Muchtarg S.sos,MSM, kamis (6/10) saat menerima pasokan beras cadangan pemerintah, menjelaskan beras 7,7 ton akan disalurkan dilokasi pengungsian dilengkapi dapur umum.

“Untuk sementara hari ini kita keluarkan sesuai kebutuhan dilapangan, Kita akan beri beras bantuan ini kalo ada lokasi dapur umum di lokasi pengungsian bila tidak ada dapur umum maka kita tidak berikan.”

Tegasnya, bantuan dasar itu, diutamakan dan hanya diberikan kepada pengungsi di meunasah, karena angkanya sampai saat ini tembus 31.821 jiwa atau 9.155 kk. Sementara mereka korban banjir mengungsi ke rumah sanak famili bukan prioritas penerima bantuan disamping mereka tidak terdata dan sulit bagi mereka mendirikan dapur umum.

Namun begitu Kadis Sosial tersebut, tidak merinci lokasi di mana saja dapur umum telah didirikan, namun melihat kondisi beberapa tahun ke belakang, dirinya memastikan setiap lokasi pegungsian dan dapur umum selalu berada di rumah ibadah atau (meunasah).

Camat Lhoksukon, Hanifza Putra mengakui, bantuan beras masa panik bagi pengungsi akan diupaykan sedapat mungkin harus sampai ke lokasi dapur umum.
Walaupun ketinggian air mencapai 1 meter. Hal ini dilakukan memenuhi kebutuhan dasar bagi pengungsi hari ini dan esok.

“kita minta kepada Geuchik (kepala desa) harus siap mengantarkan bantuan ke lokasi dapur umum yang telah difungsikan sejak kemarin. Terserah bagaimana caranya, yang penting pengungsi dapat makan.”

Untuk kecamatan Lhoksukon, sejumlah dapur umum telah berfungsi di beberapa titik, di kemukiman Ara dan kemukiman Lhoksukon, Kondisi air setinggi 1 meter melanda 20 desa di 2 kemukiman itu, menyulitkan warga mendirikan dapur umum.

Kendati banjir mulai surut di beberapa titik, Fuad Muchtar kembali menegaskan semua lokasi pengungsian mulai dari terdampak berat sedang dan ringan seperti kecamatan Lhoksukon, Cot girek, Matang Kuli, Pirak Timu, Samudra, Tanah Luas, dan kecamatan Matang Kuli telah mendirikan dapur umum.

Dimana pendiriannya tanggung jawab geuchik (Kepala Desa).
Tambah Fuad Untuk saat ini pihaknya baru sebatas dapat menyalurkan beras, sedangkan bantuan kebutuhan dasar lainnya bagi pengungsi seperti mie instan, telur ayam, minyak goreng, air mineal dan selimut sedang dalam koordinasi dengan pihak provinsi. (fs)

Pos terkait