Padi Terancam Gagal Panen Akibat Banjir Meluas di Aceh Utara

 

Mediacakra89.com.(Lhoksukon)
– Ancaman Gagal panen padi kian meluas, di Kabupaten Aceh Utara ratusan hektar lahan persawahan hingga kamis (3/3 ) masih terendam banjir. Kepala Dinas Pertanian tanaman dan pangan Aceh Utara Erwandi, SP M.Si mengungkapkan, data berhasil dihimpun pihaknya, saat ini Kecamatan terparah dan terancam gagal panen Kecamatan Baktia.

Bacaan Lainnya

Dimana sumber mantri pertanian kecamatan Baktia Munir menyebutkan luas lahan puso mencapai 500 hektar, terdiri dari Desa Alue Anoe Barat, Alue Anoe Timu, Cot Kumbang, Pucok Alue, dan Matang Kumbang.
Selain itu di ikuti Kecamatan Nisam, potensi gagal penan mencapai 215 hektar, dan Kecamatan Bandar Baro seluas 194 hektar. Kecmatan Kuta Makmur 110 hektar.

Dengan demikian, Sumber data Dinas Pertanian Tamanan Pangan sampai dengan Jumat (4/3) menyebutkan, total luas lahan terancam gagal panen (puso)1.019 hektar di Aceh Utara Beberapa Kecamatan lainnya seperti Kecamatan Simpang Kramat, Tanah Luas, Dewantara, Muara Batu, Pirak Timu, Baktia Barat, dan Kecamatan Tanah Pasir masuk dalam kodisi cepat surut, walau sempat terendam.

Tidak menutup kemungkinan lahan persawahan cepat surut itu juga akan mengalami puso, dari luasan 555 hektar, Karena tanaman padi ada yang masih dalam persemaian dan berumur 1 bulan dan 2 bulan. Dari hasil pendataan itu , Lanjut Erwandi, pihkanya tahun ini sedang mengupayakan bantuan benih kepada sejumlah Kecamatan.
“ya, ini kan lagi kita usahakan dari APBD, jadi masyarakat mohon lah bersabar. Dan kita siap membantu benih, namun kalau harus semuanya kita tangani, anggaran dinas sudah pasti tidak mencukupi”.

Sementara itu Mantri Tani, Baktia Munir mengakui, sudah 5 kali mengajukan bantuan benih padi korban banjir ke Pemerintah Propinsi, namun Pemerintah Propinsi sama sekali tidak mengabulkannya.
“Saya pak sebagai mantri tani, sudah 5 kali sejak banjir setiap tahun melanda Kecamatan ini, namun kami hanya buat proposal saja, tapi pemerintah propinsi belum sekalipun mengabulkan permohonan kami, dan kami selalu merugi akibat banjir ini”.

Menyoal bantuan benih padi korban banjir untuk Kecamatan Baktia, kembali kadis pertanian tersebut mengakui, memang kecil kemungkinan Pemerintah Propinsi bersedia membantu benih padi.
Namun sebaiknya, permohonan bantuan ditujukan langsung kepada Pemerintah Pusat, seperti dilakukan pihak Kabupaten, menggadakan bantuan benih padi dari APBK, juga diupayakan dari Kementrian Pertanian.

Terkait dengan akan berakhirnya masa musim tanam awal tahun ini, Erwandi mengakui apabila masa tanam berakhir maka petani tidak lagi turun ke sawah sampai masuk musim tanam ke 2.
Terkait dengan rencana bantuan benih padi kepada petani yang tengah diupayakan pihaknya, namun di sisi lain musim turun ke sawah telah berakhir. Kepala Dinas tersebut tidk menjelaskan lebih rinci hal itu.(fs)

Pos terkait