Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Sebanyak 10 bangunan tanggul di 4 sungai yang melintasi Kabupaten Aceh Utara kondisinya jebol dan patah. Akibatnya, luapan banjir dari 4 sungai kian meluas bahkan merambah Kecamatan lainnya.
Pantauan Awak Mediacakra89.com, terlihat beberapa Kecamatan awalnya belum mengalami banjir, namun hingga malam ini air mulai menggenangi persawahan penduduk, salah satunya Kecamatan Baktiya. Namun akibat Bobol tanggul sungai Jambo aye , membuat warga desa di Kecamatan itu mengungsi, salah satunya Desa Cot Kumbang. Minggu,(2/1/2022).
Di desa Trieng Pantang Kecamatan Lhoksukon, petani masih terpaksa memanen padinya, kendati padi warga belum cukup umur.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar ST,M.T, menyebutkan, setidak nya hasil pemantauan sementara terdapat 10 tanggul di 4 daerah aliran sungai yang menyebabkan luapan sungai menggenangi pemuikiman penduduk hingga lahan persawahan,
Kondisi menyebabkan kondisi banjir di Aceh Utara akan semakin meluas ke pesisir pantai. Adapun tanggul sungai yang patah itu sebagai berikut, Untuk DAS Kreung Pase tanggul sungai patah atau di Desa Mancang, Teupin Ara, Kecamatan Samudra, Desa pulo blang Kecamatan Meurah Mulia, dan Desa Tanjong Kecamatan Syamtalitra Aron.
Sedangkan untuk DAS Kreung Kereuto, beberapa titik tanggul juga mengalami kondisi serupa, yakni di Desa paya Beurandang Kecamatan Tanah Luas dan alue Drien Kecamatan Lhoksukon.
Sementara kerusakan tanggul atau jebol paling banyak berada di DAS Kreung Peuto yakni di Desa Meunasah Jok, meunasah kumbang, Meunasah Glumpang. Ketiga Desa itu berada di Kecamatan Lhoksukon,
Sementara itu, hasil pantauan dilapangan jumlah tanggul yang bobol di Kecamatan Lhoksukon bertambah menjadi 2 titik, masing-masing di Desa Landing dan Desa Brandang. Bobolnya tanggul di 2 Desa itu terjadi sekitar pukul 12 siang. (fs)








