Mediacakra89.com.(SIAK).
– Ketenangan warga Kampung Teluk Lanus ahir – ahir ini selalu terusik oleh munculnya binatang buas ” HARIMAU SUMATERA “, yang selalu berkeliaran tak jauh di sekitar pemukiman warga, bahkan sampai beberapa kali sudah memangsa binatang ternak, bahkan nyawa manusiapun pernah menjadi korban akibat keganasan yang di duga seekor Harimau Sumatera di Kampung Teluk Lanus Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau.Sabtu, (26/11/2021).
Malang tak dapat di cegah, pada pukul sekitar 20.25 Wib (Kamis Malam), Pak Salimin (53) tahun warga RT 03 jalur Rokan Kampung Teluk Lanus, di hebohkan oleh ternak Kambing jantannya di terkam bimatang buas.
Melalui telpon selulernya kepada awak media pak salimin menceritakan bahwa, saat itu saya sedang ngobrol santai bersama keluarga. Sekitar pukul 20.25 Wib, termak kambing saya mengembek berkali – kali, seolah mengerang kesakitan, merasa curiga, saya keluar rumah melihat ternak Kambing yang berada di kandang, yang kandangnya juga tak jauh berada di belakang rumah saya.
Lanjut Pak Salimin, Alangkah terkejutnya saya melihat ternak Kambing yang masih berada di kandang, kondisinya masih berdiri, tapi lehernya sudah berlumuran darah.
Kuat dugaan saya ternak Kambing tersebut di mangsa harimau, tapi keburu ketauan saya melihatnya, sehingga binatang buas tersebut keburu kabur.Tutur Salimin.
Dengan rasa ketakutan pada saat itu juga Pak Salimin memanggil warga untuk mengambil Kambing yang masih berada di kandang dan sudah tidak berdaya, sekaligus untuk memotong Kambing tersebut, serta membagikan dagingnya kepada warga terdekat.
Atas kejadian yang sudah ke tiga kalinya memangsa termak Kambingnya, Pak Salimin berharap kepada instansi terkait terutama kepada BKSDA untuk dapat menyikapi lebih serius, agar tidak terjadi lagi hal – hal yang tidak di ingini.
Terutama kepada petugas BKSDA selalu aktif turun kelapangan, tidak cukup cuma di pasang kamera, tentunya harus ada upaya lain dari instansi yang punya skil untuk menanganinya agar tidak ada lagi korban nyawa manusia maupun nyawa binatang ternak. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak selalu was – was dalam beraktifitas sehari – hari.(Sutikno)








