Mediacakra 89.com (Lhoksukon)
– Sejak dilantik menjadi Pj. Bupati Aceh Utara 14 Juli 2022, di Aula Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Azwardi, AP, M.Si, mengakui ternyata sumbagsih pemikiran, karya nyata kinerja perangkat daerah, patut diberikan penghargaan.
Hal tersebut di sampaikan Pejabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, M.Si, saat memimpin apel gabungan jajaran pejabat seluruh SKPK dan ASN di lapangan upacara depan Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon, (Senin, 7 /11).
Dalam arahannya, Azwardi antara lain mengapresiasi kinerja pejabat dan ASN jajaran Pemkab Aceh Utara selama tiga bulan dirinya menjabat sebagai Pj Bupati. Hal itu terlihat dari beberapa kegiatan yang membutuhkan gerak cepat, kolaborasi, koordinasi, dan kerjasama lintas sektor.
“Saya lihat sudah terjalin kerjasama dan kekompakan yang solid di antara semua SKPK dan stakeholder terkait,” ungkap Azwardi.
Azwardi menilai salah satu kegiatan itu, terlihat dalam penanganan bencana banjir yang melanda Aceh Utara pada Oktober lalu. Dimana perangkat daerah bahu membahu, memahami tufoksi kerjanya masing-masing dalam satuan tugas selama tanggap darurat. Melalui pola kolaboratif, semua dinas terkait terus membangun koordinasi dengan tingkatan lebih tinggi di bawah bendera BPBD.
“Kita sudah hadir di tengah masyarakat selama musibah banjir, ketika warga butuh bantuan di kamp-kamp pengungsian, konsolidasi kemaren Alhamdulillah tertangani dengan baik. Banyak faktor yg menyebabkan banjir, namun kita jangan menyerah untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat, koordinasi yang sudah baik ini harus dipertahankan, sehingga lebih baik lagi ke depan,” harapnya.
Di sektor Kesehatan Pj Bupati menaruh penghargaan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan KB, dan dinas terkait lainnya, dalam upaya penurunan angka stunting di daerah ini, dari 7,2 persen turun menjadi 6,2 persen dalam tiga bulan terakhir.
Prestasi tersebut menuritnya, seperti sebuah tim yang solid, kompak dan terukur dalam menyahuti ajakan Presiden. Untuk Dinas Perindag Koperasi dan UKM, diakui mampu menggerakkan pengembangan UMKM pasca pandemi Covid-19.
“Kita sudah berhasil mempatenkan Batik Pase yang sudah mendapatkan hak paten, ini harus terus dikembangkan sebagai kekayaan daerah. Kemarin-kemarin saya sudah memakai baju batik motif Pase, besok-besok para Kepala SKPK ini juga harus punya batik Pase ini. Harus kita sendiri yang beli dan pakai, untuk kembangkan UMKM daerah,”
Khusus jajaran Inspektorat Kabupaten Aceh Utara, Azwardi juga menyampaikan apresiasi atas capaian MCP (Monitoring Centre of Prevention) yang terus membaik. MCP merupakan sebuah aplikasi atau dashboard dikembangkan KPK melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Dimana MCP Aceh Utara saat ini menduduki Peringkat II di Provinsi Aceh, diharapkan dalam sisa waktu ke depan harus terus diperbaiki untukbisa menempati Peringkat I. Lebih jauh Azwardi menyampaikan terimakasih dan dukungnya kepada Camat Sawang yang menggerakkan para pelaku usaha galian C untuk memperbaiki jalan kecamatan di sana.
Menurutnya, Jalan induk kecamatan harus dijaga, dirawat dan diawasi truk-truk yang mengangkut melebihi kapasitas daya angkut.
Para pelaku usaha galian C juga harus memiliki tanggung jawab moral memperbaiki jalan rusak. Memprakarsai perbaikan jalan Kecamatan Sawang sehingga sudah siap dikerjakan dalam dua hari, hal ini contoh kepedulian dengan keadaan masyarakat.
Di sektor anggaran dan keuangan, Pj Bupati meminta Dinas tersebut dapat menggejot penerimaan dan seluruh SKPK bekerja keras dalam upaya merealisasikan anggaran Perubahan-APBK pada akhir tahun
“Mohon diperhatikan betul tentang dokumen keuangan, sesuai aturan yang berlaku.”
Terkait isu aktual yang sedang bergulir, yakni tentang pendaftaran anggota Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Azwardi menegaskan agar ikuti saja aturannya ada agar diikuti oleh orang-orang profesional dan punya kapasitas di bidang pendidikan. Biarkan mereka mengikuti seleksi sesuai dengan kapasitas masing-masing, saya tidak pernah melakukan intervensi apalagi menunjuk orang-orang tertentu untuk dipilih, tegasnya.
Kedepan kita terus perbaiki kinerja pelayanan bagi masyarakat, tinggalkan kebiasaan lama sehingga semua kita mampu menjawab tuduhan bahwa ASN tidak becus dan tidak bekerja sesuai tupoksi masing masing.(Fs)







