Kadis PK : tidak benar aktivitas Guru Penggerak Menyita Waktu Tenaga Pendidik Untuk Keluarga

 

Mediacakra.com.(Lhoksukon)
– Kepala Dinas Pndidikan dan Kebdayaan Aceh Utara Jamaluddin, M.Pd membantah, tidak benar aktivitas guru penggerak akan menyita waktu untuk keluarga, terlebih lagi untuk aktivitas ibadah.

Bacaan Lainnya

β€œ salah satunya ibadah shalat, sekarang kalau dia memang dasar malas shalat ya jangan salah kan kegiatannya, mungkin sang guru tersebut yang malas shalat.”
Sementara itu Instruktur guru penggerak Abdul Hadi, S.Pd, M.Psi menjelaskan, keberatan guru di daerah ini terlibat sebagai guru penggerak karena keterbatasan waktu dan khawatir tersitanya waktu, hal itu salah besar.

Dirinya mencontohkan, beberapa guru beralasan akan menjadi sulit melayani suami, demikian juga sebaiknya. Selain itu muncul seumlah alasan akan tersitanya waktu beribadah dan menginginkan fokus pada satu bidang.
Berbicara kepada awak media Jumat.(25/3/2022)

Ungkapnya, Hal demikian pola pikir yang salah, karena setiap mereka bekerja dilapangan tetap didampingi fasilitator dan proses nya mudah.
β€œitu lah pola pikir yang salah, itu mind set orang kita saat ini, seharusnya mereka sebelum terjun sebaiknya mengkaji apa guru penggerak itu. Dan saat ini mereka yang telah lulus diklat baru mengakui, bahwa pelatihan guru penggerak sangat bagus.”

Abdul gani berpandangan, bila demikian anggapan guru PNS bersertifikasi dan guru P3K demikian, berarti filosofi pendidikan ditanamankan Ki Hajar Dewantara tahun1912, belum di fahami.
Dimana dalam filosofi itu, para pelajar diajarkan kembali kepada kodrat, dimana kodrat kecerdasan bersumber dari IQ anak tersebut dan kodrat menggunakan Ilmu pengetahuan dan tehknologi.Tambahnya.

Hasil capaian peran guru penggerak diharapakan, menumbuh kembangkan budaya, displin dan menghormati guru, dan dari upaya mereka menghasilkan penghafal al-quran. Bahkan mereka akan dipersiapakan menjadi pemimpin pendidikan seperti kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD, SD hingga SMA, hal itu merujuk kepada Kemendikbud nomor 40 tahun 2021.

Kendati muncuatnya tanggapan guru di Aceh Utara enggan terlibat sebagai guru penggerak, namun pengkaderan mereka tetap priorotas utama saat ini. Abdul Gani mengakui, untuk menjadi guru penggerak itu bukan hal mudah, karena mereka para guru harus bersaing dengan sesamanya di tingkat nasional.(fs)

Pos terkait