Pedagang Lhoksukon Minta Pemda Aceh Utara Tertibkan Drainase Berubah Fungsi

 

Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Pedagang Pusat pasar kota Lhoksukon meminta pemerintah daerah Aceh Utara menertibakan pedagang liar yang membangun kios di atas drainase.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan salah seorang pedagang pasar Kota Lhoksukon, Jaffar saat meninjau saluran parit  pasar, Sabtu (8/1/2022).

“lihat saja pak, setiap hari sampah bertumpuk di dalam parit, ditambah lagi banyaknya berdiri bangunan liar atau kios kecil berdiri bangunan nya di atas saluran. Kalau begini bagaimana tidak tersumbat, air seharusnya ke mengalir saluran pembuang dengan cepat, ini malah tersumbat akibat sampah dan bangunan di atas parit.”

Ujarnya, setiap harinya, para petugas kebersihan terkendala dengan keadaaan ini, mestinya sampah tersebut terangkut, namun karena tertutup bangunan tersebut sulit untuk dibersihkan, sehingga sampah di pusat pasar bertumpuk dan tersumbat di saluran pembuang.

Kondisi drainase berukuran 2 meter itu, tertutup oleh sejumlah kios dan para pedagang kaki lima (PKL), menyebabkan bila hujan turun, air dalam saluran akan mudah naik ke permukaan jalan, dan pembawa menjadi genangan di pusat pasar.

Lanjutnya, Kondisi tersebut terjadi bertahun-tahun dan penertiban sama sekali belum ditindak lanjuti pemerintah.

Untuk saat ini, di pusat pasar kota Lhoksukon, sedikitnya terdapat 1300 pedagang berjualan di pasar tersebut, mulai PKL hingga pedagang grosir. Dimana setiap harinya sedikitnya 3 ton sampah dihasilkan kegiatan para pedagang tersebut. Sementara biaya retribusi kebersihan sampah dipungut oleh pemerintah Kabupaten untuk 1 pedagang sebesar 30 ribu rupiah. (fs)

Pos terkait