Mediacakra89.com (Lhoksukon)
-;Ribuan pelajar korban banjir di Aceh Utara, terpaksa belum dapat mengikuti proses belajar tatap muka, mengingat kondisi mereka masih berada di pengungsian hari ke 8 masa tanggap darurat.
Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara Jamaluddin, MPD, usai mengunjungi beberapa sekolah dasar terkena banjir. Sabtu (7/1/2022).
Menurut Kepala dinas Pendidikan Aceh Utara itu, belum memungkinkan ribuan para pelajar itu, mengikuti proses belajar mengajar secara normal, sedang mereka masih berada di lokasi pengungsian. Walaupun saat ini banjir sudah tidak ada lagi, tapi rumah mereka, seragam mereka, alat tulis mereka kan semua terendam banjir.
Belum lagi sekolah lagi sekolah mereka sebagian besar masih dalam proses pembersihan dari lumpur tanah akibat banjir. Sementara itu, dari hasil pendataan pihaknya, akibat bencana banjir, Dinas Pendidikan Aceh Utara mengalami kerugian mencapai 34 miliar rupiah.
“Salah satu Sekolah misalnya SD untuk satu sekolah SD mengalami kerugian paling sedikit 700 juta rupiah, belum lagi sekolah SMP. Kerugian yang paling besar yakni Mobilier sekolah, banyak bangku dan meja rusak terendam banjir.”
Tambah Jamaluddin, kendati kerugian dialami dinas pendidikan itu terbilang besar, dan masih dalam masa tanggap darurat namun untuk hari ini, pihak nya berhasil mengaktifkan 10 sekolah dasar dengan proses belajar tatap muka.
Demikian hal nya untuk jenjang SMP, 14 sekolah menengah pertama dilokasi banjir, di 16 kecamatan , kembali mengikuti proses belajar tatap muka diruang kelas.(fs)







