Masyarakat Resah, Seorang Anak di Mungkal Menjadi Korban Cakaran si-Belang

Mediacakra89.com (SIAK)
– Teror sibelang terulang kembali, sekitar pukul 10.20 Wib se-ekor harimau memasuki pemukiman rumah warga yang di huni oleh Iwan bersama istri dan anaknya. Kejadian tersebut berada di Dusun 3 Sungai Mungkal Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau pada Selasa malam, (20/2/2024)

Bacaan Lainnya

Atas informasi warga Dusun Sungai Mungkal kepada Penghulu Abok, dengan menggunakan speed board bersama Babinsa Koramil Sungai Apit Serka Irwan dan Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Apit Aiptu Bice dan Bripka Alfa Hasim, dan beberapa warga Penyengat pada pukul 02.30 Wib malam itu sampai di tempat kejadian.

Kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Iwan menjelaskan, ada seekor harimau yang masuk kedalam rumahnya melalui pintu dapur yang memang tidak tertutup. Sedang istri (Lestari) dan anak saya lagi tertidur di dalam rumah saat saya sedang memperbaiki sepeda motor. Tiba-tiba istri saya menjerit histeris “Harimau”. Mendengar suara jeritan istri saya, spontan harimau tersebut saya kejar dan saya lempar dengan felag sepeda motor yang sedang saya perbaiki sembari berteriak minta pertolongan tetangga. Kata Iwan.

Seketika itu harimaupun melompat dan lari ke arah semak belukar. Atas kejadian tersebut anak saya Iman Saputra mengalami luka bekas cakaran kuku harimau di telapak kakinya sebelah kiri. Menurut Iwan, kejadian ini sudah yang kesekian kalinya bahkan sampai merenggut korban nyawa. Kami berharap sekali kepada pemerintah maupun BKSA bisa menangkap harimau tersebut agar masyarakat bisa nyaman beraktifitas. “Sebut Iwan”.

Menurut informasi warga setempat kepada rombongan Penghulu Penyengat, TNI/POLRI Kecamatan Sungai Apit bahwa harimau tersebut ada 3 ekor, sehingga untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan pada malam hari itu, warga di arahkan oleh petugas untuk berkumpul di satu tempat untuk memudahkan dalam penjagaan sampai dengan situasinya aman.

Saat ini Iman Saputra yang berumur 2 tahun 1 bulan sudah mendapatkan pengobatan secara medis. Sebelum rombongan aparat meninggalkan Sungai Mungkal, berpesan kepada warga agar lebih berhati-hati dan waspada terutama pada malam hari, selalu berdoa agar di jauhkan adanya teror maupun serangan binatang buas seperti harimau dan binatang buas lain. (Rafli Guswandri)

Pos terkait