Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Dinas Koperasi Usaha kecil menengah Propinsi Aceh menyasar para pengerajin prabot Buloh Blang Ara Kuta Makmur Aceh Utara dalam pengembangan UMKM
Usai acara bimbingan teknis perabot se Aceh Utara di hotel Lidho Graha Kamis (24/11) Ketua Panita pelaksana Muttaqin SE, M.S.M mengatakan, dipilihnya desa Buloh Blang Ara sebagai proyek percontohan karena, sebagian besar bahan baku seperti kayu masih tersedia di kecamatan tersebut.
Cuma lagi para pengerajin prabot belum melakukan efisinsi dalam menjalankan usaha. Bahkan produk kerajinan daerah ini masih kalah saing dengan produk luar. Untuk itu lah, kali ini pihaknya akan membentuk 1 kelompok pengerajin, mulai dari bimbingan, pemodalan hingga pemasaran.
“Kegiatan diikuti oleh 33 peserta kalangan muda-mudi dari Kecamatan Kuta Makmur. Di sini kita tidak hanya mengajarkan tekninya juga pemasarannya”.
Lanjutnya, persoalan kalah daya saing harga antara produk Furniture lokal dengan produk luar, hal ini juga menurutnya kesalahan pemerintah, dimana pemerintah daerah gagal menjaga harga tersebut.
Dirinya mencotohkan, pengadaan pemesanan produk prabot dari adat pesta perkawaninan di Aceh justru prabotan tersebut berdatangan dari kota Medan, dengan harga murah motif sesuai dengan trend saat ini.
“Inilah bukti contoh bila UMKM kita tidak dijaga dan bina, di Thailand lihat saja bagaimana pemerintah daerah nya benar-benar menjaga dan membimbing UKM mereka.”
Bimbingan Teknis kepada pengerajin prabot selama empat hari hingga tanggal 27 November. Di pelatihan ini, menghadirkan narasumbernya ada dua orang dari Dinas Koperasi, UKM Aceh yaitu Safaruddin SE selaku Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mukhlis S.Pd, M.Si serta Dosen Unsyiah Fakrurazi Amir SE, MM,” ujar Muttaqin
sementara dua lainnya yaitu dari Lhokseumawe Muhammad Fajarul Aqsa dari Politehnik yang memang sering memberikan bimbingan dan pelatihan tentang perabot dan dan satu lagi yaitu Aqiwijaya dari owner Kita Furniture Lhokseumawe dan Owner Kita Perabot Interior Lhokseumawe. (fs)








