Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Pj. Walikota Lhokseumawe, menargetkan penyediaan sarana air bersih, Pembangunan Rumah Sakit dan pengelolaan sampah, menjadi taget capaiannya. Hal tersebut disampaikan Pj Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA, Cd, saat silaturrahmi dengan kalangan insan pers di Aula Sekdako Selasa (18/10/2022).
Pantauannya, Ketersediaan air bersih bagi masyarakat kota Lhokseumawe belum memenuhi pemakaian atas dasar ketentuan kebutuhan pokok air bersih dan air minum selama ini. Program kerjasama dengan pihak pemodal. Lanjut Imran, saat ini dalam penjajakan merumuskan kerjasama investasi pembangunan air minum daerah untuk kebutuhan 40 ribu pelanggan di tahap awal.
Salah satunya Paya Cot trieng diperkirakan dapat menjadi sumber air baku ketersediaan kebutuhan pokok air bersih, sebagai waduk penampung kebutuhan air bersih.
“Dari pertemuan saya dengan Mentri PUPR bahwa yang dibutuhkan untuk menyimpan cadangan air untuk kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah besar tentun diperlukan waduk, nah bagaimana masyarakat mendukung program pembangunan tersebut”.
Beberapa fakta temuanya, Kota berpenduduk 181.713 jiwa, memerlukan keberadaan rumah sakit umum khusus menangani penderita sakit jantung dan stroke. Menurutnya 12 Rumah sakit Negara dan swasta di kota Lhokseumawe belum mampu menangani penderita stroke dalam waktu sesegera mungkin.
Di contohkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe, meninggal dunia saat di rujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh. Padahal ketersediaan dokter spesiais 86 orang dari berbagai spesialis cukup memenuhi ketentuan standart.
Begitu juga dengan pengelolaan sampah, Pj Walikota mengungkapkan, persoalaan sampah di Kota Lhokseumawe kerap menjadi keluhan warga, salah satunya tempat pembuangan akhir di desa Alu Lim.
Dihadapan wartawan dirinya menginginkan persoalan sampah di kota Lhokseumawe paling tidak dapat meniru kota Jembrana Bali. Targetnya, pengelolaan sampah ke depan harus ditangani sebaik mungkin dengan menggunakan bahan organik, hal ini membuat sampah tersebut tidak mengeluarkan bau busuk.(fs)







