Mediacakra89.com (Aceh Tamiang) – Penanaman Pohon Mangrove/Bakau dalam Rangkat HUT RI Ke 77 dengan tema”Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”yang di selenggaran oleh Polres Aceh Tamiang dihadiri Bupati Mursil bertempat di Pantai Pulo Lubuk Rukul Desa Alur Nunang Kec. Banda Mulia Kab. Aceh Tamiang pada Selasa, (23/08)sekira pukul 11.30. wib.
Turut dihadiri diantaranya :
Bupati Aceh Tamiang a.n. H. Mursil SH, M.Kn.
Dandim 0117/Aceh Tamiang a.n. Letkol CZI Alfian Rachmat Purnamasidi. S.I.P.,M.Si.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, S.I.K.
Wakil Ketua ll DPRK. Atam M.Nur, Wakapolres Atam Kompol T. Heri Hermawan, S.H. S.I.K, Kadis Kesbangpol Kab. Aceh Tamiang Agusliana Devita, S. STP, M. Si.
Danramil 04/Bdh Kapten Inf.P Harahap, Pasiintel Kodim 0117/Atam a.n Kapten Inf. Surono Patra, Dankima RK Yonif 111/KB a.n. Kapten Inf. Gandi Mustofa,S.I.P, Kapolsek Bendahara Iptu Tarmidi, Para Perwira Jajaran Polres Aceh Tamiang, Direktur Utama Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman,
Kepala Bank Aceh Kab. Atam Muhamad, Ketua Cabang Bayangkari Polres Aceh Tamiang dan para Ibu Bayangkari, Para SKPK Kab. Aceh Tamiang.
Anggota Dinas Saptol PP Kab. Atam. Anggota Dinas Kehutan Kab. Atam. Anggota Dinas Kelautan Kab. Atam
Anggota Dinas BPBD Kab. Atam, Anggota MAPEL ( Masyarakat Pecinta,Peduli Alam ).
Perwakilan Masyarakat Desa Alur Nunang Kec. Banda Mulia.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, S.I.K dalam sambutannya mengatakan, Terima kasih kepada tamu undangan yang hadir pada hari ini dalam rangka penanaman pohon mangrove/bakau secara serentak sebanyak 77.000 pohon dalam rangka hari kemerdekaan RI ke 77 dengan tema”Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” adapun tumbuhan yang kita tanam ini memiliki peran ekologis yang besar bagi kehidupan manusia, perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove merupakan langkah penting bagi kita semua dalam memitigasi perubahan iklim.
Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat di pesisir terhadap perubahan iklim, rehabilitasi mangrove dilakukan untuk memulihkan, melestarikan kawasan hutan mangrove, selain itu rehabilitasi mangrove juga untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak perubahan iklim.”sebutnya”.
Penanaman mangrove ini diharapkan dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir dan memperbaiki habitat di pantai, hal tersebut juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi ikan, dan hasil laut lainnya, terutama kepiting, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai.
Kawasan hutan tersebut berperan sebagai penyangga kehidupan yang mampu menyediakan kebutuhan akan kayu, maupun bukan kayu, termasuk pangan dan energi terbarukan, serta berbagai jasa lingkungan,oleh karena itu kita harus menjaga atau meningkatkan kemampuan hutan tersebut dengan cara mencegah deforestasida.
Kegiatan penghijauan ini juga bertujuan sebagai tindakan preventif dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya perairan laut terhadap setiap aktifitas yang mengancam kerusakan lingkungan dan sumber daya laut, pesisir dan pantai, dan dapat memberikan edukasi bagi pelajar untuk memelihara dan mencintai alam.”jelasnya”
Pelaksanaan penanaman pohon mangrove/bakau dilakukan secara simbolis oleh Unsur Forkompinda Plus.
Penanaman pohon mangrove/bakau dilakukan secara serentak di seluruh Aceh sebanyak 77.000 pohon mangrove dalam rangka hari Kemerdekaan RI ke 77.
Kegiatan penghijauan, bertujuan sebagai tindakan preventif dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya perairan laut terhadap setiap aktifitas yang mengancam kerusakan lingkungan dan sumber daya laut, pesisir dan pantai, dan dapat memberikan edukasi bagi pelajar untuk memelihara dan mencintai alam.”(Hrp)







