Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Bulan suci ramadhan 1443 H, diyakini para ulama mampu mengobati sekaligus memperbaiki karakter generasi milineal Aceh, yang selama ini telah banyak diracuni oleh Narkoba jenis sabu-sabu dan judi online.
Ustaz DR. Armiadi Musa, Dosen Universitas Islam Negeri Arraniry Banda Aceh mengatakan, kendati siar islam mendapatkan tantangan dan harus mematuhi protokol kesehatan akibat Covid-19, namun ulama menyatakan perlawanan terhadap pembunuh karakter generasi muda Aceh.
“Mereka adalah bandar sabu-sabu yang hanya memikirkan keuntungan pribadi untuk memperkaya diri. Dengan cara menjual narkoba, namun dibalik itu mereka membunuh sifat tauladan dan merusak generasi milineal Aceh”.
Safari Ramadhan yang bertempat di Mesjid Baitul Atiq Heumata Lhoksukon, Sabtu (9/04). Penceramah sekaligus dosen tersebut dihadapan ratusan jema’ah shalat tarawih mengakui, masih ada harapan menyelamatkan generasi.
“Aqidah generasi kita kedepan harus benar benar kita arahkan mulai dari sekarang, sehingga anak kita nanti mampu menjawab tantangan ini”.
Disamping itu, Penceramah juga menyinggung ditengah musim Covid-19, untuk tabayyun terhadap berita berita bohong (Hoaks).
Justru penyebaran itu meresahkan masyarakat, menimbulkan fitnah antar sesama islam. Program sentuhan Ramadhan ini, mengambil Jargon silaturhami ke seluruh kabupaten di propinsi terujung itu, “Gerakan masjid bereh di safari ramadhan 1443 hitjriah”.
Demikian sambutan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Drs Mahdi Efendi beserta jajarannya hadir mewakili pemerintah Aceh di Mesjid Baitul Atiq Gampong Mns Geumata Kecamatan Lhoksukon.
Apa dimaksud Mesjid bereh oleh Mahdi Efendi (Bersih, estetis rapi dan hijau), serta akan mengunjungi 54 Mesjid 23 Kabupaten dan Kota.
Dijelaskan harus diperhatikan penghijauan di halaman mesjid dan menajga kebersihan di tempat buang air kecil dan tempat wudhu.
Setibanya, tim safari Ramadhan tersebut di Kota Lhoksukon, ikut menyerahkan bantuan uang tunai 10 juta rupah kepada imam Mesjid Baitul Atiq Tgk.H. Mukhtariza.
Dimana sumber uang tersebut berasal dari laba keuntungan miiik Bank Aceh Kota Lhoksukon yang harus disisihkan kepada masyarakat. Kepala kantor cabang pembantu Bank Aceh Kota itu ikut menaruh dukungan apa yang di sebut Mesjid Bereh.
Penyerahan cendera mata dari Pemerintah Aceh dan juga penyerahan dana CSR bank Aceh kepada Imam mesjid Tgk H. Mukhtariza dan BKM Mesjid Baitul Atiq, didampingi Kepala Kesbangpol Aceh Utara, Kabag Humas Setdakab Hamdani, S. Ag., M. Sos, Sekretaris Dinas Syariat Islam Hadaini, S.Sos dan camat Lhoksukon Hanifza Putra, S.STP. M. Si.(fs)







