Akibat Banjir 8 Tahun Berlalu, Sawah di Aceh Utara Segera di Tangani

Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Sejak 8 tahun yang lalu hingga minggu (28/2/2022) bencana banjir selalu membuat kerugian petani Baktiya Aceh Utara, dan kali ini ancaman sawah kembali terjadi. Sejumlah tokoh masyarakat akan menormalisasi saluran Kecamatan Baktiya

Bacaan Lainnya

M,Thaib menjelaskan normalisasi saluran akan dititik beratkan pada tanaman enceng gondok dan kangkung air, yang tumbuh liar sepanjang 15 kilometer memenuhi
saluran pembuangan yang disesaki tanaman liar tersebut, tumbuh dan berkembang sepanjang 4 kilometer hingga menuju ke muara laut selama tahun 2014 lalu hingga kini tanpa pernah dibersihkan.

Mukim Thaib saat meninjau lokasi menjelaskan, saluran sepanjang 4 kilometer merupakan titik pertemuan sungai dan sejumlah saluran irigasi ke persawahan.
“Jadi semua pembuangan baik dari sungai dan saluran semuanya menuju ke lokasi ini, dimulai dari desa Mon Sukon bertemu sungai dan masuk lagi ke saluran ini akhirnya menuju ke laut “, urainya.

BPBD Aceh Utara, bersedia akan memberikan alat berat (becho) pinjam pakai kepada pihak Kecamatan Baktiya, diperkirakan malam ini akan tiba.
Selain bertujuan menormalisasi saluran dan sungai, juga untuk mempercepat laju banjir kiriman dari Kecamatan Lhoksukson ke laut.
Dinas Pertanian Kecamatan Baktiya Munir menungkapkan, setiap tahun sedikitnya 500 hektar lahan pertanian di Kecamatan tersebut terancam gagal panen, akibat banjir kiriman dari Kecamatan lain.

“gagal lagi dan gagal lagi, ini sudah 2 kali tanam padi, yang pertama juga mati akibat banjir bulan Januari tahun 2022 dan sekarang lahan persawahan milik masyarakat terancam gagal tanam di sawah bila tidak segara ditangani”.
Ancaman sawah akibat banjir kiriman itu, salah satunya di desa Cot Kumbang, dimana tanaman padi bervariasi, mulai 1 bulan, 2 bulan hingga 3 bulan.
Akibat bencana alam itu, besar kemungkinan lahan persawahan di Kecamatan itu akan semakin meluas terancam banjir.

Kerugian diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah dan bukan hanya lahan persawahan yang terendam banjir, melainkan 15 Desa juga ikut terkena banjir kiriman dan mengenangi rumah dan pemukiman.
Desa tersebut, antara lain Pucok Alue, Matang Kareung, Cot Ulaya, Matang Kumbang, Cot Kumbang, Alue Anoe Barat, Alue Anoe Timur, hingga Desa meunasah Alue ie Puteh.(fs)

Pos terkait