Selama Dua Bulan, Dua Kali Aceh Utara di Landa Banjir

Mediacakra.89.com.(Lhoksukon)
– Baru 2 bulan berselang banjir kembli menerjang Aceh Utara, kini musibah itu kembali melanda di sejumlah Kecamatan, hingga sore minggu (27/2/2022) sedikitnya ribuan warga mengungsi di sejumlah Surau atau Meunasah.

Sejumlah Kecamatan lainnya terendam banjir yakni , Kecamatan Matang Kuli, Lhoksukon Baktiya, Paya Bakong, Langkahan, Cot Girek, Pirak Timu, dan Kecamatan Tanah Luas. Pantauan wartawan cakra89.com di lapangan, untuk Kecamatan Lhoksukon banjir melanda 5 desa, antara lain Desa Jok, Muecat, Manyang, Rayeuk, dan Desa Alue Tingkem.

Bacaan Lainnya

Banjir melanda Kecamatan Lhoksukon ini, sedikitnya, terdapat 6 lokasi titik pengungsian, di masing-masing desa.
Kepala Desa Jok, Murdani mengatakan, di Desanya terdapat 350 Kepala Keluarga mengungsi ke meunasah dan mengungsi ke keluarga terdekat yang tidak terkena banjir. Hingga saat ini, lanjutnya belum mendapatkan infromasi mengenai ada atau belum diberlakukan nya masa tanggap darurat bagi korban pengungsian.

Terkait bantuan masa panik, Murdani menjelaskan hingga saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan BPBD Aceh Utara dan Dinas.
“Jadi yang terpenting hari ini, kami bukan tidak butuh mie instat dan beras, tetapi tanggul sungai yang jebol itu setidaknya dapat segera diperbaiki dalam kondisi darurat seperti ini. Bahkan yang sangat mengecewakan tanggul ini sudah jebol 3 tahun lalu, namun setelah perbaikan rusak lagi”.

Masyarakat pun pernah membantu 25 juta memperbainya namun hanya bertahan 4 bulan.
Hal Senada diutarakan Nuraida warga desa Jok, dirinya memohon kepada Pemerintah untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol itu.
“Untuk 2 bulan ini saja, Ia bersama warga lainnya sudah 2 kali kami mengungsi ke meunasah, di sini kami yang tinggal perempuan semua, yang laki-laki cari nafkah pak”.

Banjir melanda Kota Lhoksukon juga menyisakan kepedihan bagi pasangan pengantin di desa Meunasah Manyang.
Betapa tidak saat akan berlangsungnya perta pernikahan, air dari sungai meluap dengan cepat dan menggenani Desanya.
Amiruddin orang tua mempelai mengatakan, akibat banjir ini diirnya mengalami kerugian Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah).

“Gimana pak, barang habis terendam semua anak kami menangis, semua kelengkapan pesta terendam banjir, baju pengantin juga habis semua terendam”. Pestanya terpaksa di gelar di Meunasah dengan seadanya.
Oleh karena itu Amiruddin berencana mencoba meminta ganti rugi kepada pemerintah daerah, karena banjir itu disebabkan bobolnya tanggul tidak jauh dari tempat tinggalnya.(fs)

Pos terkait