Mediacakra89.com.(Lhoksukon)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara hingga Minggu (27/2/2022) belum mengeluarkan status darurat bencana banjir di sejumlah Kecamatan, kendati banjir sudah meluas di sejumlah Kecamatan.
Kepala BPBD Aceh Utara Asnawi, ST, menjelaskan, sejauh tim lapangan BPBD tengah memantau kondisi banjir yang mulai surut dari pagi tadi.
Informasi tim dilapangan, pihaknya juga terus memantau ketinggian air sungai Kreung Peuto dan belum menemukan warga yang memerlukan bantuan evakuasi akibat banjir saat ini.
Disamping itu pihaknya belum memerlukan mendirikan posko utama bagi penganggulangan pengungsi, serta belum ditemukan kerusakan infrastruktur berarti dilapangan bangunan milik masyarakat dan pemerintah.
Selain itu untuk menyatakan kondisi banjir dalam status darurat bencana tanggap darurat, baru akan di keluarkan bila mendapat persetujuan tertulis dari Bupati.
Terkait adanya permintaan warga, agar tanggul sungai yang bobol di meunasah Jok penyebab banjir, dikerjakan secara tanggap darurat, Asnawi mengatakan, untuk kondisi saat ini belum dapat dikerjakan penanganan darurat.
Karena luapan sungai kreung Peuto banjir, teralu deras sehingga tidak memungkinkan alat berat diturunkan melakukan perbaikan darurat.
“Mengenai titik pengungsian mulai terjadi di 5 titik dalam Kecamatan Lhoksukon, bantuan masa panik kepada warga pengungsi, Asnawi menjelaskan, dirinya meminta sejumlah Geuchik segera berkoordinasi dengan BPBD Aceh Utara dan Dinas Sosial”.
Untuk saat ini data pengungsian di Aceh Utara berhasil dihimpun BPBD Aceh Utara, terdiri beberapa Kecamatan, antara lain Kecamatan Lhoksukon, tanah luas, Seunuddon, Matang Kuli, Baktiya dan kecamatan Cot Girek.(fs)







