Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Petani, pedagang debitur kredit KUR korban banjir Aceh Utara, diminta segera melaporkan kerugiannya ke kantor cabang Bank syariah Indonesia (BSI). Dimana adanya lampu hijau dalam bentuk Relaksasi dari Bank Indonesia (BI).
Hal tersebut disampaikan Kepala area KUR BSI Lhokseumawe Agus Mutaqqien kepada awak Cakra di ruang kerjanya selasa (18/1/2022).
Dijelaskan, untuk saat ini baru 120 orang debitur melaporkan kerugiannya, debitur tersebut berasal dari kecamatan Lhoksukon.
Bagi mereka telah melapor, pihaknya menerapkan 2 skema dari Bank Indonesia. Untuk Petani, penjadwalan ulang utang akan diperpanjang sampai memasuki masa panen ke 2 tahun 2022, dilunasi saat panen tersebut.
Sedangkan debitur pengusaha kecil dan menengah UMKM dari kalangan pedagang, pihaknya akan memperkecil angsuran tanpa mengurangi total kewajiban.
“misalnya, angsuran mereka 2 juta perbulan, pihaknya siap musyawarah dengan debitur korban banjir mengenai kesanggupan mereka dalam membayar angsuran, bisa membayar setengah dari kewajiban tetapi konsekuensinya waktu mencicilnya diperpanjang.”
Tergasnya, para nasabah tidak perlu khawatir mengenai tunggakan kredit mereka, pihak Area telah menginstruksikan kantor cabang melakukan lobi-lobi dengan debitur, dan hal itu juga bagian kewenangan disetiap kantor cabang.
Menurut Agus Mutaqqien, upaya meloby dari pihak cabang ke nasabah diperlukan karena pangsa pasar KUR di Aceh Utara sebagaian besar terserap untuk sektor pertanian. (fs)







