Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Ribuan petani korban banjir debitur Kredit KUR dari 13 Kecamatan Kabupaten Aceh Utara, menjadi cemas terhadap tagihan pinjaman mereka dari pihak Bank.
Salah seorang debitur kredit usaha rakyat (KUR).Jum’at,(14/1/2022)
Sofyan, usai membersihkan lahan sawahnya mengungkapkan, kecemasan itu didasarkan selama ini dirinya belum pernah menunggak setoran pinjamannya kepada bank.
LanjutnSofyan, yang juga Geuchik di desa NGA Kecamatan Lhoksukon.
Dirinya sudah 5 kali berturut-turut mengambil pinjaman lunak tersebut, berjalan lancar. Namun untuk kali ini, Sofyan dan 200 warga Desa tersebut, meminta pihak Bank, dapat memberikan penangguhan pembayaran, hingga masa panen pada musim tanam kedua.
“untuk saat ini pak, sawah di Desa kami habis semua terendam banjir, bahkan kami tidak dapat memanen hasil. Padahal padi kami siap untuk dipanen, berhubung banjir padi kami tenggelam selama 1 minggu. Kalo musibah seperti ini kami dikejar – kejar pihak Bank, kami malu pak, dengan apa kami mau bayar.”
Dijelaskan, untuk Desa NGA sendiri, jumlah warganya meminjam kredit KUR sebanyak 200 kepala keluarga. Dengan pinjaman bervariasi mulai, 5 jutaann hingga sampai 25 juta rupiah. Sementara itu, ditempat terpisah, ketika wartawan bertanya kepada pihak BSI ada tidaknya Relaksasi bagi petani korban banjir.
Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Lhokseumawe menjelaskan, untuk menjawab ada atau tidaknya Relaksasi bagi petani korban Banjir tersebut, itu bukan kewenangannya.
Sedangkan Kepala membidangi KUR Bank syariah Indoensia (BSI) area Lhokseumawe sedang cuti keluar daerah.
Data dinas Perdagangan, Industri Koperasi dan UMKM Aceh Utara mencatat jumlah petani di Aceh Utara mencapai 5.434 debitur.
Dari jumlah tersebut hingga ahkir 2021 total penyaluran pinjaman KUR sebanyak 114 miliar 115 juta rupiah.(fs)








