Mediacakra89.com.(Lhoksukon)
– Warga Kecamatan Pirak Timu Aceh Utara mendesak PT.PGE (Pema Global Energy ) yang bergerak dibidang usaha hulu migas untuk menempati janjinya dengan masyarakat sekaligus bertanggung jawab atas kerusakan sarana transpotasi di daerah itu, sebagai urat nadi ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Faizal Razi usai mengikuti aksi demo, di depan Kantor Camat Pirak Timu.
“Jalan lintas ini, sudah digunakan sejak tahun 1972, oleh pihak perusahaan Mobil Oil, mereka mendirikan sumur-sumur gas di tempat kami. Namun sampai tahun 2021, berganti perusahaan namun jalan lintas tersebut belum jadi mereka bangun, janji tinggal janji “. Rabu (13/1/2022).
Pada sisi lain, Fizal Razi mengakui, jalur urat nadi ekonomi masyarakat pirak timu itu awalnya milik perusahaan Mobil Oil, dengan sebutan jalan line pipa.
Hingga sekarang ini, jalan selebar 8 meter dengan panjang 8 kilometer itu menjadi milik Pertamina. Namun di 2020 manajemen perusahaan itu di hadapan masyarakat berjanji memperbaiki jalan lintas tersebut.
Faizal menyebutkan sejumlah bukti salah satunya, september 2020, ditindak lanjuti pihak PT.PMA dan PT.PGE melakukan survei pengukuran terhadap jalan lintas tersebut. Bahkan anggarannya mencapai 18 miliar rupiah.
Direktur PGE T.Muhammad Faisal berjanji dihadapan masyarakat Pirak Timu, bulan bulan oktober 2021, jalan lintas tersebut akan dilakukan pengaspalan.
Namun sampai saat ini tanda-tanda pengerjaan proyek pengaspalan jalan sepanjang 8 kilometer itu belum terlihat masyarakat.
Sementara itu, Manajer lapangan PGE Agung Widyantoro mengakui, proyek pembangunan jalan itu, masih pada tahap pelelangan.
Lebih dari itu, ungkapnya, perusahaan berkomitmen, mendukung perbaikan fasilitas masyarakat tersebut, pada ahkirnya mampu meningkatkan perekonoman masyarakat. (fs)








