Luapan Banjir Meluas, PUPR Bersama BPPBD Aceh Utara Terus Pantau Keadaan di Sejumlah Sungai

 

Mediavakra89.com. (Lhoksukon)
– Dinas Pekerjaaan Umum Aceh Utara bersama BPBD , sampai malam Sabtu (1/1) masih memantau kondisi luapan sejumlah sungai yang mengenangi rumah penduduk.
Kepala Bidang Pengairan Aceh Utara Ir.Jaffar menjelaskan, di Kecamatan Sawang, Banda Baro, dan Kecamatan Nisam Aceh Utara lahan persawahan warga terendam banjir bukan berasal dari luapan sungai. Melainkan curah hujan yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Sedangkan genangan air yang merendam pemukiman rumah penduduk di 3 Kecamatan tersebut sampai sore tadi masih berkisar 30 hingga 40 centimeter.
“Kecamatan Sawang Yang kami pantau misalnya gampong Paya Beunot, lahan persawahan masyarakat terbenam sebagian besar, luapan sungai tidak mampu menampung debit air, akibatnya tanggul bobol, ini terus kami pantau sampai malam ini.”

Lanjutnya, Sedangkan untuk Kecamatan Nibong, banjir juga menggenangi rumah penduduk, banjir di Kecamatan itu, berasal dari luapan Sungai Kreung Pase, atau tepat nya di desa Alue Buta. Khusus di kecamatan tersebut, luapan banjir disebakan (topping) saluran utama irigasi sungai Kreung Pase.
Sejauh hasil pemantauan pihaknya, belum di ketahui kerusakan akibat banjir dan masih terus dalam pemantauan pihaknya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murzani menjelaskan, dari 9 Kecamatan tersebut kondisi terparah hingga malam ini masih Kecamatan Lhoksukon khususnya di kilometer 8, Dimana Ketinggian air mencapai 50 centimeter.

“sampai saat ini kita sudah berkoordinasi dengan Geuchik atau Kepala Desa yang terdampak banjir untuk terus mendata jumlah korban banjir.”
Data dihimpun BPBD Aceh Utara, banjir di 9 kecamatan itu, selain menggenangi pemukiman penduduk, juga menenggelami lahan persawahan milik warga, seperti di desa Alue Eumpok. (fs)

Pos terkait