Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Ribuan Pengungsi Korban banjir di aceh Utara, sampai saat terus mencari lokasi ketinggian, khususnya di rumah rumah penduduk sebagai lokasi pengungsian.
Sampai berita ini diturunkan, warga terdampak korban banjir terjadi sejak malam kemarin, Jumat(31/12/2021)
Hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Aceh Utara, terdiri warga kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu, Matang Kuli, Paya Bakong, Tanah Luas, Banda Baro, sawang, Geurudong Pase, dan Kecamatan Samudra.
Informasi diterima wartawan Cakra dari masyarakat, para pengungsi selain menempati rumah sanak family, juga ada yang menempati meunasah atau surau, namun jumlah mereka relatif sedikit di banding di rumah penduduk.
Dari 9 kecamatan tersebut kecamatan Lhoksukon paling parah, di mana ketinggian air mencapai 1 meter Sedangkan ketinggian air, di 8 kecamatan lainnya sampai dengan malam ini, Sabtu (1/1) berkisar 30 hingga 40 centi meter.
Saiful Mda warga kecamatan Lhoksukon menduga, banjir ini, di sebabkan kirim hujan Kabupaten Bener Meriah.
“kalau kota Lhoksukon pusat ibukota Kabupaten Aceh Utara, banjir belum masuk ke rumah rumah penduduk tetapi untuk kilometer 1 dan 2 , ketinggian di atas 40 centimeter di dalam rumah penduduk.”
Khusus Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu, Paya Bakong,Tanah Luas, Matang Kuli, banjir yang melanda tidak hanya rumah penduduk bahkan lahan persawahan warga, berasal dari luapan sungai Kreung Kerto Aceh Utara. (fs)








