Mediacakra89.com.(Siak)
– Peristiwa keganasan satwa liar harimau sumatera di wilayah Kampung Teluk Lanus, membuat masyarakat resah beraktifitas dan takut menjadi mangsanya. Hal ini tentunya harus mejadi perhatian serius bagi instansi terkait (BBKSDA) untuk menanganinya, agar korban nyawa manusia maupun hewan ternak tidak bertambah dari serangan keganasan satwa harimau, yang tiba-tiba selalu muncul di Kampung Teluk Lanus Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau. Minggu,(29/8/2021).
Sekitar pukul 18.30 WIB di hebohkan seorang anak warga Nias bernama Malta Alfarel Nduru (15) tahun di mangsa seekor harimau di areal camp PT.Uniseraya Sungai Belat, yang berjarak hanya beberap KM dari perkampungan Teluk Lanus, saat korban di temukan sudah meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan.
Dari keterangan salah seorang warga Teluk.Lanus kepada awak Mediacakra bernama Sampri yang kesehariannya di panggil Puli, mengisahkan Rustam dan anaknya sore itu baru pulang kerja di lahan PT. Uniseraya. Saai itu penerangan genset diesel di Mess camp dalam keadaan padam. Rustampun dari Mess menuju genset yang sedang di perbaiki, sedangkan anaknya (korban) menuju pelabuhan jety bermain HP yang tak begitu jauh dari camp tersebut.
Pada saat, orang tua korban Rustam (65) tahun masih di mesin henset, ada mendengar suara jeritan yang berasal dari pelabuhan. Sepontan Rustam menyenter dan mendatangi pelabuhan jety tempat anaknya (korban) bernama Malta Alfarel Nduru bermain HP.
Alangkah terkejutnya orang tua korban (Rustam) tidak melihat anaknya di pelabuhan. Rustam hanya menemukan HP anaknya (korban) di tanah dan bercak darah berceceran mengarah ke dalam hutan blukar konsesi PT. Uniseraya.
Dalam kondisi panik Rustam berteriak meminta pertolongan kepada pekerja yang berada di camp untuk mencari jasad anaknya (korban). Mendengar kejadian dari warga Teluk Lanus yang juga bekerja di PT. Uniseraya tersebut, pada malam itu juga puluhan warga Kampung Teluk Lanus dengan melintasi jalur perairan ikut membantu pencarian korban di tempat kejadian.
Sekitar pukul 22.50 WIB korban (anak Rustam) dapat di temukan oleh warga yang mencari di sekitar areal hutan blukar konsesi PT.Uni Seraya, dengan kondisi jasadnya dalam keadaan tidak berkepala.
Sampri (Puli) mewakili Warga masyarakat Kampung Teluk Lanus yang malam itu turut mencari korban, menghimbau, agar kepada masyarakat maupun pekerja,
untuk selalu waspada dan membatasi aktifitasnya pada hari mulai senja dan malam hari. Hal ini untuk menghindari binatang buas seperti harimau yang sudah selalu dan beberapa kali menyerang manusia, memangsa ternak maupun hewan lain.
Sampri juga berharap kepada instansi terkait terutama BBKSDA untuk peduli mengambil langkah dan sikap serta tindakan tegas kepada satwa Harimau Sumatera yang sudah selalu mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktifitas, agar kejadian yang sama tidak terulang, sehingga tidak menimbulkan korban nyawa berikutnya. Ucapnya.
Walaupun Harimau Sumatera tersebut merupakan satwa yang di lindungi pemerintah, namun keamanan dan kenyamanan nyawa masyarakat juga tak kalah pentingnya. Jangan di biarkan berlarut larut Harimau tersebut terus mengusik ketentraman tanpa ada solusi dari instansi terkait. Di khawatirkan juga masyarakat bisa putus asa dan memburu satwa yang di lindungi tersebut untuk di bunuh, singkat Sampri.(tkn)








