Mediacakra89.com (SIAK) – Keindahan wilayah pesisir pantai selat lalang tepatnya di Kampung Bunsur, kecamatan sungai apit, Kabupaten Siak, tak kalah dengan kawasan pantai yang ada di Indonesia.
Salah satu keindahan dikala senja hari menjelang matahari terbenam dan disambutnya pancaran api abor di tengah laut yang menyinari pesisir pantai selat lalang, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak

Jika melihat sekilas kehidupan warga Kampung Bunsur ini terlihat mereka menjalani hari-hari dengan amat normal, sebagian besar warga menggantungkan kehidupnya di laut untuk mencari ikan (sumber kehidupan)
Namun, dibalik kenormalan itu sebenarnya warga Kampung Bunsur menyimpan Was-was karena sewaktu-waktu bisa kehilangan tempat tinggal akibat tingginya tingkat abrasi dan ombak laut yang menghantam daratan

Beberapa tahun lalu masih berupa daratan, yang mana sudah menjadi perairan. kediaman warga yang dulunya jauh dari pantai saat ini tinggal beberapa meter lagi menyentu dan jatuh kelaut
Man Salah seorang penduduk Kampung Bunsur, masih mengingat jelas halaman kediaman rumahnya sebelum jadian abrasi. Kala itu masih jauh, sekita 20 meter dari rumahnya dan warga sekitarnya.
” Sekarang tempat yang beberapa tahun lalu masih jauh sekarang tinggal mau jatuh lagi kelaut dan kediaman warga yang dulunya jauh dari pantai kini semakin dekat dengan laut bahkan sudah ada di dalam laut,” ungkapnya
Untuk itu kami sangat bermohon kepada pemerintah daerah atau kepada dinas terkait, untuk meninjau mengalokasikan anggarkan agar pembangunan turap penahanan tebing, tempat tinggal kami di pesisir pantai dapat aman dan nyaman untuk kami tinggal, sekiranya kami mau pindah tidak punya lahan selain ditempat ini. Harapnya
Sementara itu, Penghulu Kampung Bunsur yang diwakili oleh Afis berharap kepada pemerintah daerah atau dinas terkait agar mengalokasikan anggaran untuk pembangunan turap penahanan tebing dan abrasi pantai, supaya masyarakat yang tinggal di pesisir pantai aman dan nyaman tinggal di kediamannya. Ungkapnya
Karena abrasi di pesisir pantai Kampung Bunsur cukup tinggi, yang mana setiap tahun tanah yang ada di bibir pantai dihantam oleh ombak pasang hampir 3 meter terkikis dan dibawak kelaut. Tutur Afis kepada awak mediacakra89.com. Rabu, (4/8/2021)
Pantauan awak mediacakra89.com dilapangan, keluhan masyarakat tersebut diharapkan kepada pemerintah daerah sebagai aspirasi untuk dapat mengambil kebijakan agar keluhan tersebut dapat terealisasi pada anggaran APBD tahun 2022 (Indra)







