Mediacakra89.com.(SIAK)
– Upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pemulihan lahan kritis di Kabupaten Siak, Yayasan Sahabat Alam Rimba (SALAMBA) gandeng Jaringan Media Siber Indonesi (JMSI) Siak dengan menyerahkan 5000 bibit pohon di Kampung Tanjung Kuras, Kecamatam Sungai Apit. Selasa (11/7/2024)
Penghulu Kampung Tanjung Kuras Badaruddin, mengapresiasi dan menyambut baik program yayasan Salamba dalam melestarikan alam dengan penanaman 5000 bibit dengan jenis pohon Durian, Enau, Mahoni, Jengkol, dan Petai di daerah aliran sungai dan lahan kritis Kampung Tanjung Kuras.
“Terima kasih kepada yayasan Salamba atas kepeduliannya kepada lingkungan, sehingga dengan terlaksananya program penanaman 5000 bibit yayasan Salamba bersama masyarakat, sehingga kelestarian DAS dan lahan kritis dapat terjaga”. Kata Penghulu kepada media ini.
Direktur ekskutif Sahabat Alam Rimba (SALAMBA) Marganda Simamora, SH, M.Si dalam keterangannya mengatakan, selain Kampung Tanjung Kuras, Desa Sungai Linau Kabupaten Bengkalis dan ada beberapa wilayah yang sudah di laksanakan yayasan Salamba dalam pelestarian alam dengan penanaman bibit di area pemulihan. Mari kita peduli dengan DAS dan lahan kritis dengan menanam pohon. “Ujar Marganda”.
Masih kata Marganda, curah hujan yang tinggi sungai tidak dapat menampung debit air walhasil meluap. Hal ini juga di sebabkan maraknya perambahan hutan dan aktifitas ilegal loging, serta alih fungsi hutan menjadi perkebunan, sehingga rentan terjadi banjir dan bencana Karhutla. Menyikapi hal tersebut upaya Salamba dengan penanaman bibit pohon tanaman kehutanan yang berdampak secara ekonomi masyarakat.
Menanggapi progran yayasan Salamba, Sekretaris JMSI Siak mengatakan pada prinsipnya kami sangat mendukung kegiatan ini, dalam rangka melestarikan ekosistim Daerah Aliran Sungai yang mulai tercemar. Begitu pula dengan kondisi lahan kritis yang di sebabkan dari kebakaran, maka menjadi kewajiban kita bersama membantu pemerintah daerah menghijaukan alam dengan menanam pohon kehutanan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, Ujar Sutikno singkat. (red)








