Di Tangan UMKM Mie Aceh Era 70 an Mampu Bertahan

Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Pasca covid 19, iklim dunia usaha UMKM mampu bertahan, salah satunya kuliner sajian khas makanan mie Aceh lahir di era 70 an hingga kini mampu tumbuh dan berkembang.

Bacaan Lainnya

Pada Acara pembukaan pameran Kuliner fiesta UMKM di Pemko Lhokseimawe Selasa (07/12), Pj Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA, Cd, mencontohkan salah satu produk UMKM itu Mie Banglades.

Oleh karena itu dari pameran Kulner UMKM, Imran berpesan, produk dunia usaha UMKM salah satunya makan khas di kota Lhokseumawe mampu menarik minat pendatang luar Aceh sebagai khas oleh-oleh.

Dalam Pidatonya, Pj Walikota berharap event tersebut, juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Walau disadari dalam situasi saat ini gejolak harga kebutuhan sembako kian merangkak naik dari hari ke hari.

”Saya berharap, dengan kegaiatn ini semua UMKM bisa menghasilkan prosuk produk berkwalitas, yang bisa kita promosikan tingkat lokal, nasional hingga Internasional, bergitu juga dengan ciri khas tapakah itu makanan kota Lhokseumawe.”

Sesaat usai mentup acara, Pj Walikota Lhokseumawe menjamu kalangan insan pers menikmati meis Banglades di arena Pameran.
Lokasi acara yang dijadikan arena pameran selama ini merupakan terminal Cunda jenis Bus AKAP, dan kini berlaih fungsi menjadi lokasi kawasan Kuliner di Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemko Lokseumawe Mohammad Rizal, S.Sos, M.S.I, menjelaskan jumlah UMKM ikut ambil bagian dalam kegiatan ini 300 peserta.

Ungkap nya, Pameran sepekan ini sesungguhnya diperuntukan bagi pedagang Kuliner binaan pihkanya, berjumlah 78. namun UMKM lainnya sepert kerajinan tangan juga turut ambil bagian dalam memamerkan produk mereka.

Pada sisi lain, Muhammad Rizal mengakui, ada 3 ribu umkm tumbuh, namun dari jumlah itu hanya sebagian kecil yang memiliki SIUP, SITU dan TDP.

“Namun untuk yang mengikuti pameran kuliner kali ini kita prioritas kan kepada mereka yang memiliki izin usaha.”

Menurutnya, yang terpenting saat ini, Pasca Covid 19, pemerintah harus memompa semangat UMKM ini, bukan mengedepankan perizianan terlebih dahulu. Namun setelah UMKM tersebut berproduksi, maka perizinan baru diberlakukan. (fs)

Pos terkait