Mediacakra89.com (Aceh Tamiang – Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Aceh Tamiang melaporkan kondisi terkini penanganan, pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di daerah ke BNPB. Dalam laporan tersebut disampaikan upaya pencegahan, pengobatan dan kondisi hewan ternak yang terinfeksi PMK di Aceh Tamiang
Laporan tersebut disampikan Satgas PMK yang dipimpin Sekda Aceh Tamiang, Drs Asra dalam rapat virtual bersama Ketua bidang penanganan PMK, Deputi IV BNPB, Jarwansyah di ruang rapat bupati pada beberapa waktu lalu, (7/7/22)
Rapat tersebut membahas tindakan pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung terhadap wabah PMK yang melanda.
Ikut dalam rapat, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali, Dandim 0117/Atam Letkol Alfian Rachmad Purnamasidi, Kepala BPBD Iman Suhery, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Safuan, Kabag Ops Kompol Ahmad Arif Sanjaya, Plt Pasi Ops Kodim Kapten Hendra Swaskita, Kasat Intel Polres Zulfahmi, dan Sekretaris BPKD Tri Eka Indra B serta Satgas PMK se Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat.
Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Penanganan PMK Deputi IV BNPB, Jarwansyah, menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Nasional (PMK) yang telah dilaksanakan pada 29 Juni 2022.
Sementara Satgas PMK Aceh Tamiang dengan juru bicara Kepala Distanbunnak Aceh Tamiang, Safuan menyampaikan, bahwa Pemkab Aceh Tamiang telah melakukan beberapa langkah terkait pencegahan dan penanganan wabah PMK.
Di antaranya menutup pasar hewan, melakukan pendataan dan sosialisasi penanganan dari pintu ke pintu, melakukan tindakan medis dan membuat posko di Perbatasan Aceh – Sumut serta menutup jalur transaksi perdagangan ternak.
Terkait jalur perbatasan, dari awal wabah ini melanda, Pemkab bersama Kapolres dan Dandim Aceh Tamiang telah menutup akses transaksi jual beli hewan ternak antar kabupaten/kota bahkan provinsi.(Hrp)







