Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Panglima Muda daerah IV wilayah Pase M.Jhony meminta Sudirman dengan sapaan Haji Uma Anggota DPD Riasal Aceh, untuk tidak tebar pesona mengkait kan bantuan pribadi kepada salah seorang anggota eks tripoli dengan memberi uang 600 ribu rupiah untuk biaya pengobatan.
Kepada awak media Jumat (08/07) M.Jhony mengungkapkan, uang senilai 600 ribu rupiah tidak sebanding dengan bantuan diberikan KPA selama ini, Cuma lagi pihaknya selama ini memberikan bantuan dan perhatian kepada Nyak Edi eks tripoli tidak dengan pemberitaan di media.
”coba tanyakan langsung kepada nyak edi,selama ini bagaimana bantuan dan perhatian dari Komite Peralihan Aceh (KPA) selama beliau sakit. Bahkan perhatian kita kepada beliau sampai saat ini masih terus mengalir”.
Selain itu ia mengatakan,pihaknya juga telah membantu sejumlah uang tunai hingga puluhan jutaan rupiah tetapi kami tidak pernah mempublikasi ke media,namun kenapa hanya uang 600 ribu di publish di media,kami dari eks kombatan merasa dilecehkan seakan tidak pernah membantu, saat penyerahan uang tersebut yang di ketahui lansung istrinya dan diakui Hamidah.
Pengakuan Hamidah bantuan baik berupa modal usaha dan uang tunai diterima langsung dirinya saat sejumlah petinggi KPA termasuk dari Jhony selaku Panglima Muda daerah IV wilayah Pase.
Nyak Edi, warga Meunasah Geudong Baktiya Aceh Utara, selama 1 tahun belakangan ini di duga dokter mengalami asam urat, sehingga kondisi nya perlu perawatan dari pihak medis.
Hamidah saat ditemui awak media di rumah sakit umum Cut Mutia kemarin (08/07) mengakui, selama ini 1 tahun ini, Nyak edi mengalami sakit pada bagian kaki sebelah kiri.
Sementara itu Haji Uma melalui ajudan pribadi M.Daud keterangan tertulisnya mengatakan, Bukan masalah bantuan dana 600 ribu rupiah, namun lebih kepada kepedulian, dan bukan hanya nyak Edi saja sebagai kombatan yg dibantu haji uma, orang lain juga demikian.
Terkait bantuan uang itu bantuan awal yang kita berikan kepada pendamping pasien, ketika dananya sudah habis kita akan serahkan lagi uangnya sampai orang sakit diperbolehkan pulang atau diizinkan berobat jalan.
Kalau pasiennya perlu berobat 1 bulan di rumah sakit, maka selama 1 bulan tersebut kita bantu makan pendamping.
M.Daud menambahkan misal bantuan yang kita berikan kepada pasien bocor jantung di jakarta, mereka berobat disana ada yang sampai 6 bulan, maka selama enam bulan kita bantu biaya makan dan kita bantu sewa rumah singgah setiap bulan antara 2 sampai 2,5juta rupiah tiap bulannya selama pasien menjalani pengobatan (fs)







