Aksi Demo Masyarakat Terkait Penutupan Portal Pt. Rapala Di Mediasi Anggota DPRK Aceh Tamiang Komisi II

 

Mediacakra89.com (Aceh Tamiang)
– Pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2022 sekira jam 09. 30 Wib telah terjadi Aksi Demo dari 12 Desa terkait Penutupan Portal dan Pelarangan peliharaan hewan ternak ( sapi) masuk ke Areal Perkebunan PT. RAPALA Kec. Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

Bacaan Lainnya

Adapun Desa yang ikut melakukan aksi demo, Desa Tengku Tinggi, Desa Tanjung Lipat 1, Desa Tanjung Lipat 2,
Desa Balai, Desa Senubok Dalam, Desa Beteng, Desa Marlempang, Desa Alur Cantik,
Desa Kampung Mesjid, Desa Lubuk batil, Desa Paya Rahat,
Desa Senebok Aceh.

Pada jam 08.30 WIB masyarakat dari 12 Desa di Kec Bendahara +/- 200 orang telah berkumpul di depan Portal perbatasan antara Desa Tengku Tinggi dan Perkebunan PT. Rapala dengan tujuan akan melakukan aksi apabila pihak PT Rapala akan menutup portal dan mengusir keluar dari areal Perkebunan PT Rapala seluruh hewan ternak yang saat ini berada di areal perkebunan PT Rapala.

Pada jam 09.30 Wib dari pihak PT. Rapala dan pihak pengamanan dari personil Kodim 0117/ atam mengerahkan 20 orang petugas, dari Polres Aceh tamiang terdiri 20 orang petugas, dan dari pengaman security 30 orang telah tiba di Portal perbatasan antara Desa tengku tinggi dan Perkebunan PT. Rapala

Tepatnya Pada jam 10. 20 Wib masyarakat dari 12 Desa melakukan aksi demo, karena pihak PT. Rapala menutup dengan portal baru perbatasan antara Desa tengku tinggi dan Perkebunan PT. RAPALA

Pada jam 10.40 Wib Anggota DPRK Kab. Atam dari Komisi ll di bidang pertanian, peternakan, kelautan perhubungan sebanyak 4 orang yaitu Fadlon, SH dan 3 orang lainnya tiba di perbatasan antara Desa tengku tinggi dan Perkebunan PT. RAPALA.

Pada jam 11.00 Wib Anggota DPRK Atam Komisi ll melakukan mediasi antara PT.Rapala dan perwakilan 4 orang dari 12 Desa.

Namun upaya mediasi yang dilakukan oleh kedua pihak belum mendapatkan titik temu dari PT. Rapala dan perwakilan masyarakat dari 12 Desa.

Karena mediasi yang dilakukan belum mendapatkan titik temu kemudian anggota DPRK Atam Komisi ll dari Fraksi Partai Demokrat H. Saiful Bahri menyarankan untuk mediasi di lanjutkan di ruang kerja Kantor Komisi ll DPRK Atam.

Pada jam 14.00 WiB mediasi kembali di lakukan di Ruang Kerja Komisi ll DPRK Atam yang di hadiri ± 15 orang.

Perwakilan dari masyarakat 6 orang a.n ( Said, Buyung, Anto Jumin, Bahtiar, Suryanto)

Adapun hasil mediasi,
Pihak PT. Rapala bersedia akan membuka dan menutup portal perbatasan antara Desa tengku tinggi dan Perkebunan PT. RAPALA karena portal itu sistem nya buka dan tutup karena itu jalan akses jalan pendekat untuk warga/ masyarakat Desa Tenggku Tinggi menuju ke Ds Opak Kecamatan Bendahara.

Pihak PT. Rapala memperbolehkan masyarakat untuk mencari rumput untuk di areal perkebunan PT Rapala tetapi tidak di perbolehkan hewan ternak masuk untuk menggembala di areal PT.Rapala

Pihak PT. Rapala dan perwakilan dari 12 Desa belum ada kesepakatan/titik temu tentang hewan ternak yang berkeliaran masuk di areal perkebunan PT Rapala.

Aksi Demo masyarakat dari 12 Desa terkait Penutupan Portal dan Pelarangan peliharaan hewan ternak( sapi) masuk ke Areal Perkebunan PT. RAPALA Kec. Bendahara Kab. Aceh tamiang selesai pada pukul 16.00 WiB selesai dalam keadaan aman

Mediasi yang di fasilitasi oleh Anggota DPRK Atam Komisi ll antara PT. Rapala dan Perwakilan masyarakat masih belum mendapatkan titik temu karena permintaan masyarakat untuk mengembala peliharaan hewan ternak( sapi) di Areal perkebunan PT. Rapala tidak di perbolehkan untuk oleh Perusahaan PT. Rapala

Pihak PT. Rapala akan melakukan pengusiran seluruh peliharaan hewan ternak ( Sapi) yang masuk berada di areal perkebunan PT. Rapala.

Karena mediasi yang lakukan belum mendapatkan titik temu,mediasi akan di lanjutkan hari senin tanggal 27 juni 2022 di ruang kerja Komisi ll DPRK Aceh Tamiang.(Hrp)

Pos terkait