Taman Kanak – Kanak Itu Kian Tahun Kian Melapuk, Tanpa Adanya Setuhan Pemerintah

Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Taman kanak-kanak Waliyaul Hamdi berlokasi di Desa Matang Tengoh – Tengoh Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara, kian tahun kian melapuk akibat di makan usianya 15 tahun lebih. Melapuknya bebarapa bagian bangunan belum sekalipun mendapat sentuhan dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Komite TK Waliyaul Hasbi kepada awak media saat meninjau langsung bangunan tersebut senin (30/05) mengungkapkan, ia membangun sekolah tamak kanak-kanak ini dengan modal sendiri, namun kemampuannya untuk membuat TK ini menjadi bangunan permanen sungguh dirinya tidak mampu.

“Banyangkan pak, ketika atap bangunan dari atap daun rumbia bocor, saya mencari penggantinya dari kebun saya, begitu juga tiang bangunan yang mulai roboh, saya menggantikannya dengan batang pohon di kebun saya. Bagaimana kesedihan yang saya alami demi kemajuan pendidikan di desa kami”.

Lanjutnya, sekolah ini banyak peminatnya, ada 4 Desa yang berdekatan antara lain, Desa Buket Padang, Desa Matang Raya, dan Desa Matang Sike Pulot dan Lhok Beingeun, membuat orang tua mereka menyekolahkan anak-anak nya ke TK tersebut.

Alasan mereka Kwalitas pendidikan TK tersebut bermutu dan akreditasi A, dan lepasan TK itu anak mampu membaca Al-qur’an dan hafal ayat – ayat pendek. Bukan hanya itu, ahklakul karimah sejak dini diajarkan kepada anak-anak. Namun dibalik kecemerlanganya TK tersebut, dirinya kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang sama sekali belum memberikan perhatian dengan kondisi bangunan tersebut.

Setiap tahun, sambungnya, proposal bantuan bangunan dilayangkan namun pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Aceh Utara hanya dapat berjanji tanpa ada realisasi.
Sementara itu, Kepala Desa Matang Teungoh – Tengoh M.Amin mengatakan, pihaknya menyadari TK tersebut mempunyai kwalitas dan mutu yang baik, sehingga banyak orang tua memasukan anak-anak mereka di sekolah itu. Untuk itu pihak nya menaruh minat membantu pembangunan sarana fisik, namun pihak komite menolak ajakan tersebut.

“Kami pernah meminta kepada komite agar TK ini kepemilikannya di serahkan ke Desa, dengan demikian barulah kami dapat membantu pembangunan fisiknya, tetapi kalau pihak komite enggan menyerahkan ke desa, bagaimana kami mau membangun, karena atas nama pribadi dan bukan atas nama pemerintah desa”.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara Jamaluddin, S.Pd mengatakan, untuk tahun ini pemerintah belum dapat membantu pembangunan sarana fisik bangunan tersebut. Karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran.
Ketika ditanyai, bagaimana dengan janjinya akan meninjau langsung sekolah TK itu.

Jamaluddin menjawab, dirinya akan menyempatkan waktu melihat langsung kondisi nya, namun untuk membantu ruang bangunan sama sekali berlum tersedia anggaran. Harapanya, Komite sekolah dapat melobi anggota dewan, dan meminta aspirasi mereka guna disisihkan membangun sarana tersebut. (fs)

Pos terkait