Jembatan Transmigrasi Nyaris Ambruk di Aceh Utara, Ekonomi dan Keselamatan Warga Terancam

Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Jembatan rangka besi, peninggalan Exxon Mobil selama puluhan tahun di pemukiman transmigrasi Desa Serkei Kecamatan Langkahan Aceh Utara, nyaris ambruk. kondisi tersebut nyaris mengancam ekonomi ribuan warga bahkan keselamatan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di balik ancaman tersebut pemerintah sejauh ini belum berencana memperbaiki nya. Kondisi lapangan, jembatan menghubungkan ke Kecamatan Langkahan Blok c Dusun Manjong, dengan Kecamatan Cot Girek, merupakan jembatan rangka besi dimana tampak tulang rangka bangunan nya semunya masih utuh.

Hanya saja ada 2 bagian mengalami kerusakan berat, Dimana lantainya menggunakan papan dan batang kelapa melapuk akibat di makan waktu. Selain itu timbunan kaki tulang jembatan bagian abutmen sebelah utara, longsor sedalam 10 meter, sehingga abutmen sebelah utara menganga.

Akibat gerusan air hujan dari hulu mengahantam diding pondasi abutment. Kepala Desa Seurkei Aziz Rusmiono Sabtu (28/05 kepada awak media mengungkapkan, rasa keputusaan nya.
Karena setiap tahun mengajukan proposal perbaikan jembatan tersebut, ke pemerintah daerah, Propinsi dan pusat, belum memberikan lampu hijau kapan akan dilakukan perbaikan.

Padahal, Aziz Rusmiono memperkirakan, cukup dengan anggaran 700 juta rupiah bagian longsor tersebut akan tertangani dengan sempurna.
“Makanya saya pesimis mengurus proposal bantuan perbaikan jembatan ini, kita sudah menghabiskan uang jutaan rupiah mengurus ke sana kemari. Begitu Detail indentifikasi disain juga sudah ada dan kita urus, namun sampai saat ini pemerintah belum juga tergerak memperbaikinya.”

Kalau, kondisi dibiarkan, maka musim penghujan tahun ini, kemungkinan besar jembatan tersebut, longsor sebelah, dan lantainya akan jatuh ke dasar sungai.
Kalau hal ini terjadi ribuan kepala keluarga masyarakat desa tersebut bahkan warga kecamatan Cot Girek yang setiap harinya memamfaatkan akses tersebut akan terlantar dan merugikan aktivitas mereka. Misalnya, para pelajar, pedagang, dan masyarakat lainnya.

Harapan kepala desa tersebut, perbaikan atau rehab sedang ini, dapat segara ditindak lanjuti oleh pemerintah, dengan cara menutup longsor itu dengan plat, sehingga tanah tidak lagi longsor.
Tono salah seorang warga desa Serkey juga menuturkan hal yang sama. Dimana puluhan tahun warga transmigrasi bermata pencaharian sebagai petani sawit, mengandal kan jembatan peninggal exxon mobil tersebut.

“iya lah pak, jembatan ini urat nadi kami, dimana kami mengangkut hasil bumi kami keluar, kalau longsor ini masih diabaikan dan pada ahkirnya putus, maka kami sulit berkativitas.”
Jembatan dusun manjong merupakan jembatan Kerangkan Besi, peninggalan Exxon mobil itu berusia 25 tahun lebih. Jembatan itu digunakan perusahaan tambang tersebut untuk perlintasan kendaraan. (fs)

Pos terkait