Mediacakra89.com (Aceh Tamiang)
– Kata- sambutan oleh Gubernur Aceh,
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sampai detik ini kita masih diberi kekuatan, kesehatan dan kesempatan untuk meningkatkan pengabdian kita untuk pembangunan bangsa dan negara, khususnya untuk pembangunan Aceh yang kita cintai ini terkhusus Pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-20 Kabupaten Aceh Tamiang Senin, (11/04/2022).
“Bismillahirahmanirrahim”
Sebelumnya, atas nama Pemerintah Aceh, saya Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Aceh Tamiang yang ke 20, kepada Bupati, Forkopimda, Jajaran Pemerintahan, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Mudah-mudahan, peringatan Hari Jadi ini menjadi momen pengingat bagi kita, bahwa setiap capaian pembangunan adalah hasil perjuangan bersama, antara Pemerintah dan segenap komponen masyarakat. Harapan saya, semangat perjuangan ini dapat kita tingkatkan lagi, agar Aceh Tamiang semakin maju dan berkembang di masa mendatang.
Yang Kami Hormati,
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tamiang, Para Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, serta segenap Pimpinan SKPK terkait,
Ibu Ketua serta segenap pengurus PKK Kab. Aceh Tamiang,
Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD dan Perbankan;
Hadirin yang saya muliakan,
Alim Ulama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, Serta para undangan dan hadirin yang berbahagia.
Kabupaten Aceh Tamiang memiliki posisi sangat strategis di Provinsi Aceh, selain karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi tetangga Sumatera Utara, juga memiliki keunikan dan potensi sumber daya alam
yang cukup kaya. Keunikan itu, antara lain, terkait kemajemukan masyarakatnya, sehingga membuat Aceh Tamiang sangat kaya dengan keanekaragaman.
Melalui kerjasama yang harmonis antar seluruh elemen msyarakat. Kerjasama yang baik antar semua pihak bukan hanya membuat kota ini semakin maju, tapi juga mampu mempertahankan identitasnya sebagai ujung tombak Aceh di wilayah perbatasan. Untuk itu, pertisipasi masyarakat mendukung pembangunan Aceh Tamiang sangatlah diharapkan.
Kondisi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri bagi Pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang. Oleh karena itu, para pejabat di daerah ini harus bisa memimpin secara bijaksana, adil dan amanah, dengan menjadikan kemajemukan ini sebagai modal penting dalam pembangunan.
“Di samping keberagaman tadi, potensi kekayaan alam Aceh Tamiang juga menjadi andalan bagi Provinsi Aceh. Wilayah ini merupakan salah satu basis perkebunan dan pertanian dengan berbagai komoditi bernilai ekonomi tinggi, seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, serta berbagai komoditi lainnya. Sektor perikanan dan peternakan juga merupakan sektor utama wilayah ini. Di sektor tambang, Aceh Tamiang memiliki pusat produksi minyak yang telah eksis sejak puluhan tahun silam.
Sama seperti daerah lain di Indonesia, Kabupaten Aceh Tamiang juga mengalami tekanan akibat badai COVID-19 yang hadir dua tahun belakangan ini. Namun gerak cepat Pemerintah Daerah membuat ancaman itu mulai mereda. Bahkan pada awal April 2022, Aceh Taming nihil kasus COVID-19.
Daerah ini juga cukup tanggap dalam menjalankan kebijakan vaksinasi kepada masyarakatnya.
Semua ini merupakan penunjang utama bagi Pendapatan Asli Daerah, terutama setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur. Terbukti, sejak menjadi daerah otonom, kabupaten ini terus berkembang. Menurut penilaian Kementerian Dalam Negeri, dari 57 daerah pemekaran baru periode 1999-2010, hanya 13 daerah yang pemekarannya dianggap berhasil. Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satunya.
Sampai awal April 2022, tercatat 85,5% warga Aceh Tamiang sudah menerima vaksin pertama, dan 74,1% telah menerima vaksin kedua. Persentasi ini tergolong tinggi untuk wilayah Aceh. Kita berharap persentasi ini juga berjalan untuk vaksin booster sehingga upaya kita menghalau COVID- 19 semakin menguat. Dengan demikian sektor-sektor ekonomi yang sempat terusik, dapat kembali berjalan normal.
Sebagai Pimpinan Pemerintah Aceh, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik itu aparatur Pemerintah, tenaga medis, TNI/Polri, PKK dan para relawan yang telah mendukung suksesnya program vaksinasi di daerah ini. Kerjasama seperti ini hendaknya dapat ditingkatkan agar Aceh Tamiang semakin maju dan berkembang.
“Begitu juga soal peningkatan mutu pendidikan, kualitas kesehatan masyarakat, dan juga upaya meningkatkan pendapatan daerah.
Selain prestasi di bidang vaksinasi Covid-19, berbagai prestrasi lainnnya telah banyak didapatkan daerah ini. Misalnya dalam hal Tata Kelola Pemerintahan, secara berturut-turut Kabupaten Aceh Tamiang delapan kali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian.
Begitu juga dalam hal Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Elektronik, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi yang terbaik di Aceh.
• Ancaman stunting yang masih tinggi juga harus kita tangani agar SDM Aceh Tamiang lebih berkualitas. Masalah stunting ini tidak boleh kita sepelekan karena menyangkut masa depan bangsa. Untuk itu Tim Percepatan Penurunan Stunting Aceh Tamiang harus bekerja keras menjalankan program yang sudah ditetapkan. Kita berharap Aceh Tamiang dapat berkontribusi menurunkan angka stunting di Aceh.
“Kemudian dari aspek Kepatuhan Penerapan Standar Pelayanan Publik, daerah ini mendapat Penghargaan Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 kategori Zona Hijau dari Ombudsman RI. Hal ini menjadi indikator, pelayanan publik di daerah ini semakin baik.
Kita harus optimis bahwa kita dapat mengatasi tantangan dan hambatan itu. Karena itu, sekali lagi saya ingatkan, kerjasama antar pihak harus kita perkuat.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tidak boleh berpuas diri. Potensi hambatan dan gangguan masih menghadang di depan. Misalnya:
• Ancaman banjir yang kerap terjadi di daerah ini menjadi PR yang harus kita selesaikan bersama.
Sebagaimana yang akan terjadi di Pemerintahan tingkat Provinsi dan Kab/Kota lainnya di Aceh, masa kepemimpinan Pemerintahan Aceh Tamiang yang sekarang akan berakhir beberapa bulan ke depan. Selama hampir dua tahun setelah itu, daerah ini akan dipimpin pejabat sementara Bupati.
• Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga menjadi tugas yang belum pernah selesai.
Dalam situasi seperti itu, gerak pembangunan daerah tidak boleh menurun. Kinerja eksekutif dan legislatif tetap harus diperkuat guna menjalankan dan mengawasi pembangunan daerah. Sebab saya percaya, Aceh Tamiang punya potensi besar untuk menjadi daerah maju.”sebutnya”
“Demikian sambutan dan harapan dari saya pada kesempatan ini, Semoga bermanfaat dan bisa memacu semangat kita untuk bekerja lebih keras lagi dalam membangun daerah ini. Mari kita satukan kekuatan untuk Aceh Tamiang yang lebih sejahtera..!
Sebelum mengakhiri, izinkan saya menyampaikan pantun,
Selamat hari jadi Negeri Tamiang, Kini usianya sudah bertambah,
Adat budaya juga mesti berkembang, Supaya tidak hilang nan juga punah.
Melalui pantun terangkai kata,
Untaian tersusun cukuplah indah,
Selamat ulang tahun Aceh Tamiang tercinta, Negeri bersyariat, tanah bertuah,
Tebang buloh rimbun berdaun,
Tumboh meninggi di tepi sungai,
Tamiang sudah dua puluh tahun,
Semoga mandiri, sejahtera dan Islami segera tercapai.(Hrp/spm)







