Kadis Jamaluddin, : Guru Penggerak Diyakini Mampu Mengembalikan Prestasi Pendidikan

 

Mediacakra89.com (Lhoksukon)
– Kepala Dinas pendidikan Aceh Utara Jamaluddin,M.Pd berkeyakinan, keberadaan guru penggerak mampu mengembalikan citra sekaligus mengharumkan dunia pendidikan daerah ini ditingkat propinsi dan tingkat nasional.
Berbicara pada acara pembukaan kelompok Kerja Guru (KKG)

Bacaan Lainnya

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Tanah Jamboe Aye, Rabu (23/3) Jamaluddin mengatakan, peluang kaderisasi guru penggerak dari kemetrian pendidikan, seperti gayung bersambut.
Dimana hanya ada 2 Kabupaten di Indonesia mendapat kepercayaan menggelar kegiatan tersebut untuk angkatan ke 3, Yakni Porvinsi Pekanbaru dan Aceh Utara.

Lanjutnya, dari upaya tersebut, salah satu media ternama di Aceh, Serambi Indonesia memberikan penghargaan kepada pemrintah Aceh Utara atas prestasi pengkaderan guru penggerak terbanyak se Aceh, dimana dinas pendidikan baru-baru ini berhasil meluluskan angkatan pertama guru penggerak sebanyak 68 orang, angkatan ke 2 berjumlah 17 orang, untuk diklat angkatan ke 3 tengah berlangsung di ikuti 97 orang.

Karena Aceh Utara merupakan miniatur pendidikan untuk Aceh, hal itu dilatar belakangi sejumlah prestasi yan pernah di raih.”tidak sah bila setiap perlombaan dan pertandingan tingkat pelajar mulai TK hingga SMA tingkat Aceh, nama Aceh Utara belum dipanggil, bahkan daerah ini selalu menyandang juara umum”. Sementara itu beberapa guru sekolah saat ditanyai mengenai program guru penggerak, justru mereka mengatakan, tidak berminat dan tersita waktu untuk bisa bekumpul dengan keluarga dan bahkan dalam hal beribadah.

Lain halnya guru tingkat SMK, mereka lebih tertarik untuk focus dalam bidang digelutinya saja. Menyikapi hal itu Kadis PK itu menampik, kegiatan guru penggerak kalau akan menganggu kegiatan beribadah sangat tidak masuk akal.
“salah satunya ibadah shalat, sekarang kalau dia memang dasar malas shalat ya jangan salah kan kegiatannya, mungkin sang guru tersebut yang malas shalat”.

Jamal tidak menampik selama covid-19, mutu pendidikan perlu dipacu dari sebelumnya, hal ini melihat karena situasi kian membaik dan salah satunya perlu sesering mungkin adanya pertemuan semcam itu. Program pelatihan angkatan ke 3 selama 9 bulan sangat memungkinkan atau memiliki peluang menjadi pemimpin masa akan datang, mulai tingkat TK, Sekolah Dasar, Menengah pertama hingga SMA. (fs)

Pos terkait