Mediacakra (Lhoksukon)
– Banjir kembali menerjang kabupaten Aceh Utara, sedikitnya ratusan kepala keluarga mengungsi di 20 Desa di 2 Kecamatan.
Pantauan wartawan , banjir kiriman dari Kabupaten bener meriah itu, berlangsung dalam hitungan jam, dimana pagi kamis (10/3) luapan sungai Keureuto dan sungai Pirak menggenani pemukiman warga, persawahan.
Menurut M.Nasir Staf Kantor Camat Matang Kuli, menjelaskan, hal ini terjadi factor curah hujan yang tinggi ditambah lagi bobolnya tanggul sepanjang 40 meter berjarak 50 meter dari pusat kota Matangkuli..
“Untuk pengungsian yang saat ini masuk ke data kita terdapat 10 Desa yakni dengan ketinggian air 50 centimeter, desa Alue Entok 46 kk, Tumpok Barat 148 kk, Hagu 100 kk, Alue Tho 76 kk, Lubok Pirak 52 kk, Pante Pirak 38 kk, Tanjong 33 kk, Lawang 45 kk, Meuria 63 kk, dan Desa Punti 30 kk.
Lanjut M,nasir, sejauh ini pengungsian mulai terjadi, namun para pengungsi menempati rumah sanak family mereka yang aman dari banjir. Untuk bantuan para korban, M. Nasir menambahkan, sejauh ini ditangani Geuchik atau Kepala Desa masing-masing. Sementara itu Kecamatan Pirak Timu juga bernasib sama, dimana luapan Kreung Keureuto mengakibatkan 10 desa ikut terendam banjir setinggi 10 sampai dengan 50 centimeter.
Desa tersebut Hasan Kreung Kreh, Beuracan, Meunasah Trieng, Glumpang, bungong, Pangeh, Rengkam, Matang Keh, dan Desa Alue Bungkok.
Banjir melanda Kecamatan Pirak Timu itu juga menenggelamkan ratusan lahan persawahan, diperkirakan lahan terendam banjir ratusan hektar.
Tengku Amarduna Bin tengku Mustafa selaku tokoh masyarakat mengungkpakan, banjir di Kecamatan ini, karena ketidaan tanggul sungai, sehingga luapan sungai langsung menuju ke pemukiman dan persawahan penduduk.
“ Baru kemarin, banjir reda, para petani kembali turun ke sawah dan benih padi baru berusia beberapa hari, saat ini terkena banjir lagi. Persoalan nya, kami di desa ini tidak mempunyai tanggul. Kalo ada tanggul kemungkinan banjir tidak akan terlalu parah.”
Hingga saat ini Laporan perkembangan banjir terkait ada atau tidaknya pengungsi di kecamatan tersebut belum adanya laporan dari pihak kecamatan.(fs)








