Membuka Harapan di Tanah Sarah Raja

Mediacakra89.com (Lhokseumawe)
– Udara terasa sejuk, kicauan burung kian merdunya, dengan mengendarai roda 4, rombongan Tim TJSL (tanggung jawab sosial lingkungan ) bergerak masuk ke pedalaman melewati medan terjal berbatu dan berbukit.
Sebuah perkampungan jauh dari kebisingan hingar bingarnya kota.

Bacaan Lainnya

Perjalanan melelahkan itu di mulai jalur darat dari Barat, Aceh Utara Kota Kreung Geukuh Kecamatan Dewantara menuju paling timur Aceh Utara, tidak cukup dengan roda 4, pasukan putih dibantu tim TJSL juga harus menyebrangi sungai untuk bisa sampai ke lokasi, setelah memakan waktu 9 jam lamanya perjalanan.

Akhirnya rombongan tiba di sebuah perkampungan bernama Sarah Raja. Dusun bersebelahan dengan kabupaten Bener Meriah. Dusun ini bagian dari desa Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan.
Dalam rombongan
tersebut, Dokter Harry Laksana, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Aceh Utara, mengatakan terkadang perkampungan ini luput dari perhatian. Sambungnya di hadapan warga.

“ Misi kemanusiaan dan sosial ini, selaras dengan semangat kami dari insan medis dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat kususnya masyarakat pedalaman “.
Untuk itu lah misi kali ini IDI Aceh Utara memberi bantuan berupa paket makanan sehat untuk anak-anak dan obat-obatan dengan membuka Klinik Sehat Gratis.

Kegiatan ini juga melibatkan tenaga medis terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum, yang terlibat langsung dalam mengambil bagian dalam misi kemanusian tersebut.
“Sarah Raja”, menjadi viral di berita dan video yang tersebar di media-media, yang dikonotasikan sebagai Dusun terpencil di wilayah pedalaman.

Kami berterima kasih kepada PT. PIM penyelenggara Road Show To Sarah Raja melalui TJSLnya dengan semangat yang sama mengakhiri sambutannya.
Zulfurqan ketua Aceh Cepat Tanggap (ACT) Aceh UTARA turut menyampaikan rasa bangganya terhadap Tim yang bekerja keras merealisasikan misi kemanusiaan ini.

” Kami bangga sebagai relawan bisa hadir sebagai tim bersama PT. PIM dan IDI, harapan kedepan lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat yang menunggu uluran tangan dari masyarakat pedalaman “. Ujarnya.
Tak lama berselang menyeruak sebuah kesedihan di rombongan tersebut.Betapa tidak, sontak Saifuddin Noerdin, ST, M.S.M selaku Sekretaris Perusahaan & Tata Kelola PT. PIM memaparkan dunia pendidikan di kampung ini.

“ Ketidak tersediaan sekolah dan guru menjadikan anak-anak tersebut ketinggalan jauh dari daerah lainnya, sehingga pendidikan anak-anak umur dini tingkat Taman Kanak-kanak dan SD di tangani mandiri oleh seorang anak tanpa digaji dan baru lulusan SMP diluar dusunnya yang tidak bisa melanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi, karena keterbatasan ekonomi dan juga tidak tega meninggalkan anak-anak didiknya, ini butuh perhatian serius dari kita semua “.

Belum lagi berbicara kendala transpotasi, begitu pula minimnya fasilitas baik disegi kesehatan, sarana air bersih penerangan listrik yang sudah tidak berfungsi sejak beberapa waktu yang lalu, dengan nada ternyuh Saifuddin Noerdin.
Dengan bersemangat, dirinya mengungkapkan, PT. PIM tetap berkomitmen terus berbuat terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan, Perusahaan juga akan berupaya kerjasama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.(fs)

Pos terkait