Mediacakra89.com.(Lhoksukon)
– Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengaku kecewa, besarnya anggaran pendidikan dikucurkan setiap tahunnya, namun banyak generasi muda dari kalangan pelajar belum mampu baca al-Quran. Hal tersebut disampaikan Muhammad Thaib pada acara siltaurrahmi dengan para tenaga pendidik, dan pihak cabang dinas pendidikan Aceh Utara, minggu (23/1/2022).
Muhammad Thaib mengungkapkan, permasalahan ini terletak pada ketegasan Kepala Cabang Pendidikan Aceh Utara kepada Kepala Sekolah memastikan calon siswa, baik dari keluarga mampu, kurang mampu, diperkotaan dan dipedesaan harus mampu baca Al-qur’an sebagai syarat utama untuk masuk ke sekolah SLTA sederajat.
Bupati mengatakan, ini membuktikan banyak pihak belum menyadari sesungguhnya asas, tujuan dan kewenangan pendidikan di bumi serambi mekah ini yakni keislaman, bertaqwa kepada Allah SWT dan berahlak mulia.
“Kalau mereka tidak pandai membaca al-qur’an bagaimana mungkin, akhlak generasi muda kita nantinya berakhlak mulia. Pada satu sisi melahirkan generasi tersebut, pemerintah begitu besar mengucurkan anggaran hingga miliaran rupiah”.
Menanggapi hal tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara Drs. Ahmad Yamani, M.Pd, merecanakan bekerjsama dengan pimpinan Dayah, salah satunya mengeluarkan rekomendasi lulus baca Al-qur’an.
Dari seleksi dinas cabang pendidikan Aceh Utara sedikitnya, 113 siswa tidak mampu baca Al-qur’an setelah diuji dimasing masing Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan sederajat. (fs)







