Mediacakra89.co. (Lhokseumawe) -;Sedikitnya 70 hektar lahan tambak milik warga kecamatan Blang Mangat Pemko Lhokseumawe terbenam banjir kiriman dari Aceh Utara. Akibatnya petani tambak itu merugi ratusan juta Rupiah. Salah seorang Ketua KTNA Kecamatan Blang Mangat, Azhar kepada wartawan Kamis, (6/1), mengatakan kerugian salah satunya dialami kelompok Jak U neheun.
Dimana budidaya petani tambak itu seperti ikan bandeng, Nila dan udang vaname, lepas saat saat banjir kiriman menenggalamkan lahan pertambakan di 2 pemukiman dalam kecamatan itu.
“ikan bandng kami sudah besar, kalau kita tiimbang 3 ekor sekilo, nah kalo kita uangkan sekilonya sekarang 20 ribu, jumlah nya mencapai puluhan ton. Begitu juga dengan udang, kondisinya sudah 1 bulan dan ada yang 2 bulan, kalo di jual kira-kira laku 40 ribu sekilo, “
Ketua KTNA itu meminta Dinas Perikanan dan Kelautan Pemko Lhokseumawe, terlebih DKP propinsi Aceh memenuhi janji mereka, yakni memberikan asuransi kerugian bencana alam.
Hal itu dikarenakan, Dinas Perikanan Propinsi Aceh 3 tahun lalu, mengupayakan adanya asuransi bagi petani tambak mengalami kerugian akibat bencana alam seperti banjir. Namun sampai saat ini belum terwujud.
Salah satu upaya dilakukan DKP propinsi mengasuransikan kerugian petani tambak itu dengan jalan mendata kelompok binaan tersebut.
Kerugian modal petani tambak di 2 kemukiman yakni kemukiman Blang mane dan Kemukiman Peuntet, per orangnya 5 hingga 10 juta rupiah.(fs)








