Mediacakra89.com.(Pante Bidari)
– Banjir di Kabupaten Aceh Timur, salah satunya di Kecamatan Pante Bidari sampai dengan senin sore (3/1) mulai surut. Menyusutnya ketinggian air, membuka akses pihak Kecamatan mendistribusikan bantuan masyarakat korban banjir.
Senin, (3/1/2022)
Hal tersebut disampaikan Camat Pante Bidari, Jamil, S.sos usai memantau warga korban banjir di 7 (tujuh) Desa,
“bantuan sore ini sudah bisa masuk ke desa yang terparah, dan kita instruksikan kepada geuchik mengambil bantuan untuk kemudian diarahkan ke dapur umum dan nanti dibagikan kepada mereka yang mengungsi.”
Demikian pula kondisi di Desa Sah Raja, Suka Damai, Blang Seunong dan Pante Labu, untuk hari ini bantuan korban banjir tanggap darurat dapat dipasok.
Sehari Sebelumnya, bantuan sembako dari Pemda Aceh Timur sulit di distribusikan pihak kecamatan. Karena ketinggian air mencapai 5 meter di pemukiman penduduk, salah satunya di Desa Judo dusun Bidari dan Rantau Panyang. Disamping itu kesulitan mendatangkan bantuan pengungsi karena jalan penghubung ke beberapa Desa itu terputus akibat medan yang berbukit-bukit.
Terkait keberadaan dapur umum dan titik pengungsian, Camat Pante Bidari menambahkan, dapur umum serta lokasi pengungsian tidak diarahkan ke satu titik karena medan di Desa itu, berbukit bukit sehingga warga terpencar, dan mereka bertempat tinggal diperbukitan atau mengungsi di rumah sanak keluarga ditempat ketinggian.
Sementara itu Geuchik Sijudo, mengakui, kendati bantuan sulit didatangkan di hari pertama banjir, namun kebutuhan para pengungsi selama banjir seperti jadup mereka tetap teratasi. Bahkan hari ini pihaknya memperkirkan bantuan pengungsi dapat diangkut melalui jalur darat lintasan Desa Pante Labu. Dimana untuk Desa Sijudo jumlah pengungsi sebanyak 159 jiwa, di mana jumlah tersebut terdiri dari dusun Ranto Panyang dan dusun Bidari.
Hal sama juga diakui Kepala Desa Suka Damai Anwar, kondisi saat awal banjir bantuan sulit masuk ke lokasi banjir. Bahkan Bupati Aceh Timur saat akan menyerahkan bantuan juga tertahan akibat tingginya air, sehingga bantuan kepada pengungsi ditunda.
Adapun total jumlah pengungsi hingga hari ini di 6 desa tersebut lebih kurang mencapai 500 kepala keluarga. (fs)








