Mediacakra89.com.(Aceh Timur)
– Pandemi Covid 19 penyebab utama Penyaluran Kredit Usaha Mikro Bank Syariah Indoensia (BSI) di Kantor cabang Pembantu Pante Bidari Aceh timur menurun hingga 4 miliar rupiah, dari tahun sebelumnya mencapai 10 miliar.
Hal tersebut disampaikan KCP BSI Pante Bidari Fadli kepada wartawan Cakra di ruang kerjanya Senin (27/12/2021).
Dijelaskan, daya beli masyarakat saat itu menurun drastis, apalagi dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Pedagang Kecil UMKM mikro merugi saat pademi tersebut. Kondisi itu berdampak kepada cicilan pedagang setiap bulannya,
Alhasil banyak setoran mereka menjadi tertuggak sampai saat ini. Bertolak dari hal itu pihkanya ikut menurunkan angka penyalurannya.
“Penyebab nya debitur banyak menunggak misal, di awal Maret 2021 angkanya masih 996 juta, Kita perkirakan angka tersebut masih normal dan akan mengalami penurunan di bulan selanjutnya, tetapi diluar dugaan angkanya terus naik menebus 1,2 miliar hingga di Posisi ahkir tahun ini”
Lanjut Fadli, pihaknya tetap terus menagih tunggakan tersebut, hingga ahkir 2021, dimana jumlah nya 508 nasabah. Bukan hanya kepada para pedagag kecil, tetapi juga diberlakukan kepada petani dan nelayan.
Tegasnya, disamping terus menagih kepada nasabah menunggak cicilan, BSI Pante Bidari sampai saat ini tidak lagi membuka penyaluran KUR kepada calon nasabah baru, Karena itu perintah kantor Cabang. Selain itu di karenakan kredit macet.
Kita hanya memberi kucuran kredit kepada mereka patuh mencicil hingga lunas, itu pun mereka dipilih yang mendapat kenaikan kredit lanjutan (open Pipeline) bila tepat waktu menyetor setiap bulannya.
Terkait adanya program pemerintah pusat, akan meningkatkan jumlah kredit KUR dari jumlah 50 juta menjadi 100 juta tanpa anggunan, Fadli menjawab, hal itu sepenuhnya kewenangan pihak Cabang. (fs)








