Mediacakra89.com.(ACEH UTARA)
– Warga Aceh Utara setiap hari melintasi menggunakan seperda motor pada jembatan Gantung Trieng Pantang Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara, meminta kepada dinas PUPR, melarang roda empat melintas di jembatan tersebut, yang kini dalam perbaikan. Senin,(20/12/2021).
Saiful salah seorang warga Kecamatan Lapang, pekerja perbaikan jembatan gantung mengatakan, agar roda 4 pengangkut sawit dan padi tidak melewati jembatan gantung tersebut walaupun pada saat malam hari, agar usia jembatan dapat bertahan lama. Jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Muhammad warga desa Lubok, bahwa sudah pasti roda 4 tidak akan lagi melewati jembatan gantung ini,
sehubungan adanya rencana seruan dari Dinas PUPR membatasi muatan angkutan menyebrangi jembatan itu, Namun demikian Muhammad pesimis, kalau hanya dengan memasang atau menempelkan tulisan himbauan tanpa ada tindakan dari instansi terkait, maka roda 4 yang tonasenya diatas 1,4 ton maka jembatan gantung tersebut akan tetap di langgar dan di lewati.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Utara Muhammad Yusuf, ST.MT. menyebutkan, ada kerugian ratusan juta rupiah pertahun nya di alami banyak para pedagang dan mobil pribadi, bila mereka dilarang melintas dan harus memutar balik yang jarak tempuhnya lebih dari 10 Km sampai di tujuan. Menurutnya biarlah pemerintah daerah yang akan merugi 200 juta rupiah untuk biaya perbaikan jembatan, namun para pedagang tetap dapat di melewatinya, sehingga mengurangi biaya BBM mereka, ujarnya.
Ia juga menambahkan, bila selesai pengerjaan perbaikannya, dan untuk kepentingan masyarakat kita tidak melarang roda 4 untuk melintasi jembatan gantung tersebut, namun tetap ada pembatasan muatan yang bertonase di bawah1,8 ton atau 2 ton. Terkait, akan adanya angkutan meleibihi muatan kapasitas, maka pihak nya akan kordinasi dengan Kepala Desa Trieng Pantang untuk membuat seruan dan rambu – rambu kepada pengguna kendaraan. “‘dilarang melewati jembatan gantung, bagi yang melebihi muatan”.
Lanjut Kabid PUPR itu.
Jembantan Gantung Trieng Pantang yang saat ini pada tahap ahkir perbaikan, merupakan urat nadi masyarakat kecamatan Baktia Barat, Lapang, Lhoksukon, Tanah Luas hingga ke Kecamatan Senuddon dan Jambo Aye, dimana ribuan sepeda motor bahkan roda 4 melintas di jembatan gantung itu.
Jembatan Gantung yang di dirikan tahun 2005, mampu memutuskan jarak tempuh puluhan kilometer ini dari Kota Lhokseumawe ke Panton Labu Aceh Utara, telah 2 kali mengalami perbaikan, di tahun 2017 dan 2021.(fs)








