Camat Madat Aceh Timur Muchtaruddin,SE. prihatin, dengan capaian vaksin Covid 19 di penguhujung tahun 2021, dimana baru saat ini terealisasi 5.000 jiwa dari sasaran 19.025 jiwa di wilayah kerjanya. Selasa, (14/12/2021).
Hal tersebut disampaikan Muchtaruddin, SE usai melakukan serangkaian kunjungan vaksin Covid 19, di sejumlah desa.
“ seharusnya para Geuchik harus mampu menghimbau dan mengajak warganya dari hati ke hati, bukan dengan pengumuman di meunasah. Sehingga warga tidak mau pergi untuk divaksin, dengan demikian banyaknya kerajaan yang tertinggal, yang seharusnya banyak yang harus kita selesaikan dan kerjakan.”
Ungkapnya
Dirinya mengetahui rendahnya capaian angka vaksin itu, akibat warga termakan berita bohong. disampaikan warga anti vaksin. Seharusnya Geuchik selalu memberikan pencerahan kepada warga sekaligus menjernihkan persoalan berita bohong soal vaksin
“ Di sinilah letak seorang pemimpin, yang mampu memerangi informasi tidak benar dan meyesatkan yang tanpa mereka sadari mempengaruhi psikologis warganya sendiri “.
Camat mencontohkan Muhamamd Amin 47 tahun asal Alue Papen Aceh utara mengalami Strok bersedia suka rela di vaksin, ternyata setelah di periksa dokter Puskemas Madat kesehatannya cukup baik dapat di vaksiin di Puskemas tersebut.
Seharusnya berkaca dari sosok Muhammad Amin itu, para Geuchik mengambil pengalaman dan pelajaran dari banyak sosok lainnya yang mereka itu bukan normal kesehatannya seperti kita, namun mereka rela divaksin.
Lanjutnya, terkait persoalan tersebut para Geuchik dan Pemerintah Kecamatan di penghujung tahun ini, akan mengalami kerugian banyak hal, salah satunya pemamfaatan dana desa, dimana diperkirakan akan ada dana ratusan juta rupiah yang selama ini di salurkan kepada masyarakat miskin dalam bentuk BLT, BANSOS dan BPNT terpaksa di parkir di rekening kas desa dalam bentuk Silpa, dimana dana Silpa kas Desa itu selanjutnya dikembalikan ke kas Negara.
Sementara sertifikat vaksin merupakan syarat mutlak menerima bantuan sosial dari Pemerintah.
Sementara itu Geuchik Leung Sa Kecamatan Madat, Syarbaini menjelaskan pihaknya menargetkan dalam beberapa hari ke depan, akan mengenjot capaian vaksin hingga 100 persen. Walau hingga kemarin, angkanya baru mencapai 850 jiwa.
Terkait penyaluran bantuan sosial kepada warga miskin di desa itu.
Syarbaini optimis 469 warga penerima bantuan sosial dalam waktu dekat ini akan menerima bantuan itu. Zainil Aini 40 tahun salah seorang warga desa itu mengungkapkan, diirinya sudah lama tidak menerima bantuan sosial pemerintah dalam bentuk Program keluarga Harapan PKH. Namun dengan di masukan dirinya dalam daftar penerima bantuan BLT oleh pihak desa maka, ia bersedia dan suka rela untuk di vaksin.(fs)








