SPNF SKB Aceh Tamiang Mengadakan Pelatihan Keterampilan Bagi Warga Putus Sekolah

 

Mediacakra89.com (Aceh Tamiang)
– Latihan Khusus Pelatihan (LKP) Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang di buka pada tanggal 1 November yang lalu, yaitu jenis keterampilan Komputer Aplikasi perkantoran, Jaringan Komputer dan Tata Kecantikan Rambut.

Bacaan Lainnya

Yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) RI, Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, SPNF SKB Aceh Tamiang, PKBM Putra Tamiang, LKP Putri Kembar dan Dudi, Tahun 2021, bertempat Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB), Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Senin (15/11/2021).

Di ruang pelatihan Ahmad Rijal Damanik, selaku Kepala SPNF SKB Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan kepada awak Media bahwa “Latihan Khusus Pelatihan (LKP) Putra Tamiang yang bekerja sama dengan SPNF SKB Kabupaten Aceh Tamiang, di bidang khusus pelatihan untuk Tata Kecantikan Rambut, bersumber anggaran dari Kementrian, dilaksanakan selama 200 jam pelajaran untuk 20 (dua puluh) Orang peserta terdiri dari warga putus Sekolah dengan usia 17 sampai 25 Tahun”, jelasnya.

“Diharapkan, seusainya pelatihan tersebut, mereka nantinya akan mampu mengaplikasikan ilmu di bidang Tata Kecantikan Rambut, sebagai bekal untuk Usaha mandiri di Kampung (Desa-red) tempat tinggal masing-masing, sebagai langkah meningkatkan prekonomian masyarakat.

Selain itu juga “Selain Tata Kecantikan Rambut, di Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) ada juga kegiatan Aplikasi perkantoran nantinya, di harapkan masing-masing lulusan dari para peserta mampu bekerja di bidang Dunia Usaha dan Industri, mampu bekerja di Kantor Pemerintahan, setelah mereka mendapatkan Ilmu dari pelatihan”, tutur AR Damanik.

Lebih jauh, Ahmad Rijal Damanik menambahkan,p “Kegiatan tersebut, sebagai tenaga pembimbing dari Aceh Tamiang yang memiliki Skill dan Kopetensi di bidang masing-masing yang bersetifikat sebagai tenaga pendidik, ungkap AR Damanik, kepada awak Media.

Di tempat yang sama, Riska Layana, selaku Instruktur menyampaikan “Pelatihan tata rias kecantikan, merupakan program Kementrian Pendidikan Republik Indonesia, yang diikuti oleh sekitar dua puluh orang, hasil seleksi dari pendaftar sejumlah 40 (empat puluh) orang dengan latar belakang pendidikan berbeda. Nantinya para peserta akan diuji oleh Juri dari Jakarta, yang dinyatakan Kompeten akan diberikan Sertifikat, juga diarahkan untuk mampu dapat magang beberapa salon di kota Langsa.

Diharapkan kepada mereka yang lulus untuk bisa menjadi instruktur di Sekolah Menengah Kejuruan, Lembaga Pendidikan dan juga salon kecantikan”, ucap Riska mengakhiri.(Hrp)

Pos terkait