Mediacakra89.com (Sungai Apit) – Salah seorang peneliti dan konsultan dari ITB (Bandung) Mugiono mengunjungi beberapa kawasan Industri di Riau dalam rangka melakukan kajian terkait dengan kawasan industri dan pelayaran tol laut di Riau dan Kepulauan Riau (Minggu, 30-05-2021).
Awalnya Mugiono mengunjungi kawasan pelabuhan Pelindo 1 Dumai untuk melakukan kajian mengenai pelayaran Tol Laut sebagai salah satu sarana logistiq antar negara dan antar pulau.
Kemudian beliau menyempatkan diri meninjau Kawasan Industri Tanjung Buton karena mendapat informasi dan penasaran ingin melihat langsung seperti apa Kawasan Industri Tanjung Buton.
Melalui salah seorang agen pelayaran dari PT RAN, menghubungi pegawai BUP PT Samudera Siak (Suhairi, SH) untuk mendampingi beliau meninjau dan melakukan kajian di Kawasan Industri Tanjung Buton.
Sebagaimana yang disampaikan Mugiono, “bahwa kawasan ini sangat strategis dan menjanjikan kedepannya untuk berinvestasi, dimana dalam Kawasan Industri Tanjung Buton ini ditunjang oleh keberadaan Pelabuhan Internasional yang di kelola oleh BUP PT Samudera Siak, tentu mempermudah dalam pengiriman logistik antar negara maupun pengiriman logistiq antar pulau”.
Selama dua hari (Sabtu dan Minggu) Mugiono melakukan kajian dan penelitian di Kawasan Industri Tanjung Buton yang di pandu oleh Suhairi, SH salah seorang manajer dari BUP PT Samudera Siak.
Lanjut Mugiono lagi, “hasil kajian ini akan kami presentasekan ke ITB nantinya setelah kami sampai di Bandung, dan sebelum kami ke Bandung, kami akan menuju Batam terlebih dahulu untuk melakukan kajian juga disana”.
Hasil wawancara panjang lebar dengan Mugiono selaku konsultan dari ITB tersebut, yang memaparkan ke awak media cakra89. com, bahwa Kawasan Industri Tanjung Buton ibaratkan mutiara dalam lumpur yang akan berkilau nantinya apabila kawasan ini jadi dan digarap percepatan pembangunannya.
Sambung Mugiono, ” master plan kawasan ini sudah dirancang dengan baik, begitu juga dengan amdalnya. Tentu menggiurkan bagi investor untuk menanamkan modalnya kedepan”.
Suhairi, SH salah seorang manajer dari BUP PT Samudera Siak yang mendampingi sang konsultan dan peneliti dari ITB tersebut mengatakan, “komitmen Pemdakab Siak bersama PT KITB dan juga BUP PT Samudera Siak dalam penyediaan lahan untuk investor yang ingin berinvestasi di kawasan ini senantiasa di permudah dalam pengurusan perizinannya agar percepatan pembangunan kawasan tercapai dengan baik dan itu adalah komitmen kami bersama”.
Jika memang segala proses perizinannya dipermudah bagi invostor untuk berinvestasi di kawasan ini, maka dengan Ainul yakin kawasan ini akan memberi dampak positif bagi daerah Kabupaten Siak dan khususnya masyarakat Kecamatan Sungai Apit, dimana peluang kerja terbuka lebar sehingga ekonomi masyarakat menggeliat.
Komitmen untuk mempermudah segala bentuk pengurusan perizinana harus direalisasikan agar para investor tertarik menanamkan modalnya, disamping itu juga aspek keamanan bagi investor adalah faktor pendukung utama dan apabila faktor keamanan tidak mendukung tentu para investor berpikir untuk menanamkan modalnya. (Tkn)







